Manfaat Golf bagi Orang Tua, Bisa Perpanjang Usia

Liputan6.com, Jakarta Masih banyak orang yang menganggap bahwa olahraga golf adalah permainan yang santai dan lebih sedikit manfaatnya dibandingkan kegiatan yang lebih keras seperti basket atau sepak bola. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas ini mampu mengurangi risiko kematian dini.

Dalam sebuah penelitian pada sekitar 5.900 orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, ditemukan bahwa mereka yang selama 10 tahun bermain golf secara rutin, memiliki risiko kematian akibat berbagai hal lebih rendah dibandingkan yang tidak pernah melakukannya.

Dilansir dari Webmd pada Minggu (16/2/2020), para peneliti dari Zeenat Qureshi Stroke Institute, golf menjadi olahraga tepat bagi orang dewasa yang berusia lebih tua, namun masih ingin aktif secara fisik.

"Studi kami mungkin yang pertama dari jenisnya, yang mengevaluasi manfaat kesehatan jangka panjang dari golf, khususnya sebagai salah satu olahraga paling populer di kalangan orang tua di banyak negara," kata Adnan Qureshi, penulis utama studi yang juga profesor neurologi di University of Missouri, Columbia, seperti dikutip dari Science Daily.

Manfaat Bermain Golf

Ilustrasi lapangan golf (iStockphoto)

Golf juga memiliki banyak manfaat. Beberapa di antaranya seperti pengurangan stres. Selain itu, karena sifatnya yang sosial dan kecepatan yang terkontrol, orang jadi memiliki motivasi dan kemampuan untuk terus melakukannya meski sudah berada di usia lanjut, maupun telah mengalami serangan jantung atau stroke.

Dalam penelitian tersebut, para penulis studi juga mencatat bahwa paling tidak, seseorang akan mendapatkan manfaatnya cukup dengan bermain satu kali dalam sebulan.

Qureshi menambahkan, dibandingkan olahraga lain seperti jogging atau berjalan, golf juga memiliki keunggulan. Salah satunya adalah paparan lingkungan yang tidak terlalu tercemar, serta bisa dimainkan oleh orang dengan usia lanjut, berbeda dengan sepak bola, tinju, atau tenis.

"Aspek positif tambahan adalah penghilang stres dan relaksasi, yang pada golf tampaknya lebih cocok ketimbang olahraga lainnya."

Namun, studi ini mendapatkan kritik. Misalnya karena tidak dipertimbangkannya faktor lain di luar golf seperti merokok atau kebiasaan gaya hidup tidak sehat lainnya.

"Studi lain secara konsisten menunjukkan bahwa aktivitas fisik berintensitas apa pun terkait dengan menurunnnya risiko kematian," kata Ulf Ekelund, profesor kedokteran olahraga di Norwegian School of Sports Sciences.

Penelitian terkait golf ini juga akan dipresentasikan di American Stroke Association's International Stroke Conference 2020 yang diselenggarakan pada 19 sampai 21 Februari di Los Angeles, Amerika Serikat.

Simak juga Video Menarik Berikut Ini