Manfaat Investasi Bisa Optimal Jika Didukung Peran Pemda

Merdeka.com - Merdeka.com - Dalam catatan Kementerian Investasi, per semester I-2022 investasi yang masuk ke Indonesia telah mencapai Rp 584 triliun. Angka ini telah mencapai 48 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp 1.200 triliun di akhir tahun.

Sayangnya, realisasi dari investasi tersebut dinilai dampaknya masih belum terasa optimal di masyarakat. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teguh Dartanto menilai, pemerintah pusat dan daerah harus sinergi dan berkolaborasi untuk memanfaatkan investasi yang masuk.

"Ini butuh kolaborasi agar tidak hanya jadi beban Kementerian Investasi, tapi Pemda juga harus mendukung. Jadi ekosistemnya ini ditumbuhkan," kata Teguh dalam Diskusi Dampak Realisasi Investasi terhadap Perekonomian Nasional dan Daerah, Jakarta, Jumat (29/7).

Teguh mengatakan pemerintah daerah harus bisa memberikan dukungan. Semisal banyak pabrik garmen di wilayahnya, maka Pemda memberikan dukungan dari sisi penjualan agar ekosistemnya terbangun dan investasi yang masuk ke daerah bisa dirasakan masyarakat umum.

"Dampak investasi akan dirasakan manfaat channeling-nya ini lewat tenaga kerja," kata dia.

Dorong Investasi Padat Modal

padat modal
padat modal.jpg

Tak hanya untuk sektor padat karya, investasi yang masuk ke daerah juga harus berupa padat modal. Agar bisnis yang digarap bisa naik kelas, baik industri maupun masyarakatnya.

"Jadi bukan hanya PMI dan PMDN tapi juga dibagi untuk labour intensif dan high tech," kata dia.

Dia menyarankan agar Indonesia tidak hanya fokus menggarap investasi padat karya dengan upah murah. Sebab bila itu terus berlanjut, Indonesia bisa tertinggal dari Bangladesh dan Myanmar.

"Kalau investasi kita andalkan tenaga kerja murah kita bisa kalah sama Myanmar dan Bangladesh," pungkasnya. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel