Manfaat Menabung Saat Menjalani Pandemi Covid-19 Menurut Ahli

Fimela.com, Jakarta Penasihat keuangan umumnya menyarankan kita menabung untuk biaya hidup selama tiga sampai enam bulan sebagai dana darurat. Manfaatnya adalah jika sewaktu-waktu kita kehilangan pekerjaan, biaya medis tak terduga, mobil mogok, sampai kondisi yang sekarang sedang dialami semua orang di dunia, pandemi Covid-19.

Ya, di masa sekarang, tak ada jaminan yang aman untuk semua orang. Covid-19 mengancam ekonomi global dan membuat semua sektor terdampak, ujungnya diprediksi banyak orang di PHK atau kehilangan pekerjaan.

Lantas saat dihadapkan dengan situasi dengan ketidakpastian, berapa jumlah tabungan aman yang harus dimiliki setiap orang? Perencana keuangan bersertifikat Carrie Schwab-Pomerantz dan Kelly Crane mencoba menjawabnya seperti melansir dari cnbc.com, Sabtu (25/4).

"Semakin tidak stabil pekerjaan kita, semakin banyak harus menabung. Jika usia kita jauh dari pensiun dan memiliki pekerjaan tetap, pertahankan dana darurat tiga sampai enam bulan agar keuangan tetap baik," ujar Schwab-Pomerantz.

 

Apa pun Pekerjaannya Siapkan Dana Darurat

Mulai menabung dan kumpulkan dana darurat dengan cara efektif yang bisa dilakukan di tengah pandemi virus corona yang melanda. (Foto: Unsplash)

Jika penghasilan kita tak menentu karena menyesuaikan komisi, upah lembur atau faktor eksternal lainnya, idealnya harus menabung untuk enam bulan atau lebih biaya kehidupan ke depan. Yang harus dicatat, apa pun keperkaan kita, setidaknya harus menyisihkan uang untuk biaya tiga bulan ke depan.

"Ini adalah masalah global yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Semuanya berisiko kehilangan sebagian atau seluruh penghasilan, sebab itu pastikan kita memiliki dana darurat selama tiga bulan," lanjut Crane.

Bukannya tak optimistis, tapi semua orang dituntut untuk bersikap realistis terhadap kemungkinan kehilangan pekerjaan. Sebab hingga kini kita tidak mengetahui berapa lama lagi hidup dengan pandemi.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker