Manfaat Minyak Lintah Menurut Kedokteran, Ketahui Fakta-faktanya

Liputan6.com, Jakarta Manfaat minyak lintah menurut kedokteran patut dipahami lebih dalam. Apalagi, minyak lintah ini dikabarkan memiliki manfaat untuk alat vital pria. Minyak yang sekarang ini cukup banyak dijual di toko online ini diklaim dapat memperbesar penis atau memberikan solusi bagi masalah seksual pada pria. 

Lintah adalah binatang yang mirip dengan cacing dan hidup di daerah perairan atau area yang lembap. Jika lintah menempel di tubuh, biasanya akan mengisap darah. Minyak lintah sendiri terbuat dari ekstrak lemak lintah. Minyak ini digunakan dengan cara dioleskan ke batang penis, sambil memijat penis dari pangkal hingga ujungnya.

Manfaat minyak lintah menurut kedokteran harus benar-benar diperhatikan sebelum digunakan. Salah satu jenis yang paling terkenal adalah lintah obat, Hirudo medicinalis. Jenis lintah ini melekatkan diri pada inang kemudian mengisap darah, setelah terlebih dahulu mengeluarkan peptida hirudin untuk mencegah pembekuan darah.

Pada saat ini lintah memang tidak jarang dimanfaatkan untuk pengobatan. Banyak orang melakukan terapi lintah untuk menyedot darah kotor di dalam tubuhnya. Hal ini tak mengherankan, karena sebenarnya lintah telah digunakan dalam pengobatan dari zaman kuno hingga abad ke-19 untuk mengambil darah dari pasien.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (23/5/2020) tentang manfaat minyak lintah menurut kedokteran

Manfaat Minyak Lintah Menurut Kedokteran

Ilustrasi lintah (Pixabay)

Manfaat minyak lintah menurut kedokteran memang perlu dipahami betul, karena penggunaannya bisa saja menimbulkan efek samping. spesies lintah yang banyak digunakan di dalam terapi pengobatan adalah Hiruda medicinalis, Hirudinaria granulosa, dan Macrobdella decora.

Minyak lintah diketahui terbuat dari ekstrak lemak lintah. Cairan inilah yang kemudian banyak digunakan untuk pengobatan atau obat tradisional. Dilansir Liputan6.com dari Alodokter, lebih dari 20 zat bioaktif yang berfungsi untuk analgesik atau meredakan nyeri, antikoagulan atau menghambat pembekuan darah, antiradang, hingga antitumor terdapat dalam air liur lintah. Bahkan air liur lintah juga memiliki sifat antimikroba atau menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Zat-zat tersebut selanjutnya diolah dan dijadikan tamabahan terapi yang berguna untuk terapi berbagai penyakit. Bahan terapi tersebut bisa digunakan untuk varises, wasir, penyakit kulit, hipertensi, radang sendi, diabetes mellitus, gangguan sistem kardiovaskular, hingga gangguan gigi.

Selain itu, sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa lintah dapat digunakan untuk mengobati penyakit priapismus, yaitu ereksi berkepanjangan tanpa adanya rangsangan seksual.

Itulah beberapa manfaat minyak lintah menurut kedokteran yang perlu kamu ketahui. Manfaat minyak lintah menurut kedokteran hanya berupa terapi untuk berbagai penyakit yang telah disebutkan.

Manfaat Minyak Lintah Menurut Kedokteran untuk Memperbesar Penis

Manfaat minyak lintah menurut kedokteran memang belum terlalu banyak dibuktikan dengan berbagai penelitian. Bahkan dikutip Liputan6.com dari Klikdokter, sejauh ini belum ada penelitian mengenai minyak lintah untuk kesehatan.

"Sayangnya, minyak lintah belum bisa dibilang memiliki manfaat kesehatan, karena segala sesuatu yang dianggap bisa bermanfaat bagi kesehatan harus melalui penelitian medis, harus diterima secara umum terlebih dahulu oleh para ahli," kutip Liputan6.com dari dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter.

Meski di daerah tertentu minyak lintah dipercaya menjadi pengobatan alternatif, efektivitas minyak lintah untuk memperbesar dan memanjangkan penis masih dipertanyakan. Hingga kini belum ada penelitian yang mampu membuktikan manfaat tersebut.

Manfaat minyak lintah menurut kedokteran, terutama dalam memperbesar penis ini memang belum terbukti secara ilmiah. Apalagi adanya risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan membuat penggunaan minyak lintah untuk memperbesar penis harus dipertimbangkan lagi.

Dijelaskan kemudian oleh dr. Alvin, sebenarnya tidak ada cara lain untuk memperbesar penis selain dengan operasi. Jadi, manfaat minyak lintah menurut kedokteran untuk memperbesar penis memang belum ada penelitian medisnya.

Efek Samping Minyak Lintah

Ilustrasi lintah (iStock)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, alih-alih mendapatkan manfaat minyak lintah menurut kedokteran, kamu malah bisa mendapatkan efek sampingnya. Berikut beberapa efek samping penggunaan minyak lintah:

Iritasi dan Alergi

Salah satu efek samping penggunaan minyak lintah adalah menyebabkan iritasi dan alergi. Kulit kamu mungkin saja alergi terhadap minyak dari lintah dan bahan-bahan kimia keras yang dicampurkan untuk mengawetkan serta menjaga kestabilan minyak.

Pasalnya, kulit di sekitar organ intim kamu bersifat lebih sensitif dibandingkan kulit pada tubuh bagian lainnya seperti lengan. Alergi bisa ditunjukkan dengan gejala berupa iritasi, gatal, rasa perih atau panas, dan penis jadi kemerahan.

Infeksi pada Penis

Selain itu, efek penggunaan minyak lintah juga bisa menyebabkan infeksi bakteri dan virus pada penis. Apalagi, kebanyakan produk minyak dari lintah ini belum diatur secara resmi oleh BPOM.

Jika kurang beruntung, produk yang kamu beli mungkin tidak diolah secara higienis. Risikonya adalah dalam minyak tersebut terdapat berbagai jenis bakteri atau virus yang akan berpindah pada penis. Hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus pada penis.