Manfaat Sekaligus Efek Samping Madu dan Jahe bagi Kesehatan

Syahdan Nurdin, Toniovich
·Bacaan 2 menit

VIVA – Madu dan jahe tidak hanya mudah dijumpai, tetapi juga berfungsi untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Manfaat keduanya didapatkan jika konsumsi dilakukan secara bersamaan.

Konsumsi rutin dari keduanya memberi manfaat untuk masalah pada saluran pernafasan, seperti batuk dan pilek karena madu dan jahe kaya antioksidan.

Manfaat madu dan jahe

Madu terbukti untuk mengencerkan dahak yang menghalangi saluran pernapasan serta menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Efek yang sama juga diberikan oleh jahe, yang membantu mengurangi peradangan saluran napas. Kombinasi keduanya menjadi obat alami efektif untuk gejala batuk dan pilek. Bagaimana caranya? Cukup rebus satu sendok madu dan sepotong jahe dalam air dengan ukuran satu gelas atau cangkir. Konsumsi dua kali sehari, maka penderita flu dan batuk bisa merasa lega jika minuman ini dikonsumsi hangat.

Pereda nyeri

Madu juga dikenal sebagai pereda nyeri alami. Meski rasa jahe pedas dan pahit, tetapi kandungannya juga membantu mengurangi rasa nyeri. Minum ramuan yang sama jika Anda mengalami nyeri tubuh. Selain itu, jahe dan madu dikenal bisa mengobati masuk angin, di mana tenggorokan terasa sakit untuk menelan. Campuran jahe dan madu melegakan sinus serta membantu mengeluarkan dahak dari sistem pernapasan.

Menjaga kesehatan jantung

Studi menunjukkan bahwa jahe dan madu baik untuk kesehatan jantung. Jahe juga terbukti sangat bermanfaat dalam mencegah penggumpalan darah serta mengurangi kolesterol. Tentu saja, jahe dapat membantu melawan penyakit kardiovaskular, yang disebabkan penyempitan pembuluh darah.

Imunitas tubuh

Madu, jahe dan lemon sangat cocok untuk melawan penyakit apa pun, dimana kandungannya memperkuat sistem kekebalan. Minum secangkir teh jahe, lemon dan madu setiap hari dapat meningkatkan sistem imunitas, karena kandungan antioksidan yang tinggi.

Madu dan jahe juga memiliki efek samping

Meski memiliki banyak manfaat, madu dan jahe juga dapat merugikan kesehatan. Asupan berlebihan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Penderita gula dan hipertensi tidak diperbolehkan mengkonsumsi jahe dalam jumlah banyak karena dapat menurunkan kadar gula secara drastis.

Konsumsi jahe yang berlebihan membuat darah lebih encer di bawah normal sehingga tekanan darah rendah dapat terjadi. Mengingat jahe mengencerkan darah, maka mereka yang sedang haid dapat merasa pusing karena pendarahan lebih banyak akibat mengkonsumsi jahe berlebihan.

Lalu, apakah madu memiliki efek samping? Asupan madu secara konstan meningkatkan jumlah fruktosa dalam tubuh. Hal ini menimbulkan masalah pada usus kecil. Asupan madu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh.

Fruktosa yang ada pada madu, sulit dicerna. Bila dikonsumsi berlebihan, maka kemungkinan besar terjadi sakit perut, sakit perut, perut kembung dan diare. Konsumsi madu yang berlebihan dapat mempengaruhi usus kecil. Ketika usus kecil Anda terdampak, maka tubuh menyerap terlalu banyak nutrisi.

Selain itu, konsumsi madu berlebihan sangat berbahaya bagi penderita asma karena dapat menyebabkan masalah seperti sesak napas, gatal dan bengkak di lidah. Madu juga dapat menyebabkan radang paru-paru pada orang yang menderita alergi. Bagi penderita diabetes, mereka dapat mengkonsumsi madu tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter.