Manfaat 'Turbocharger' Pada Mesin Kendaraan

Belakangan ini, perangkat turbocharger kian populer di kalangan pabrik mobil untuk meningkatkan kinerja mesin kendaraan yang mereka jual. Di sini kami mencoba membahas bagaimana perangkat itu bekerja.

Seperti kita ketahui, proses pembakaran dalam mesin memerlukan dua unsur penting yaitu bahan bakar dan oksigen (udara). Fungsi turbo adalah menambah pasokan udara yang dibutuhkan mesin, agar proses pembakaran terjadi dengan sempurna.

Pada putaran rendah, kebutuhan oksigen untuk proses pembakaran masih bisa tercukupi dengan hanya mengandalkan kevakuman akibat langkah isap piston di dalam silinder. Namun saat mesin berputar cepat hal itu sulit terjadi.

Pasalnya, cepatnya putaran mesin ikut meningkatkan kecepatan gerak katup-katup sehingga komponen penyekat tersebut lebih cepat menutup saluran intake dalam rangka menyiapkan langkah kompresi meskipun udara yang diisap oleh mesin belum seluruhnya berhasil masuk.

Akibatnya, mesin tidak pernah bisa mencapai proses pembakaran yang sempurna. Otomatis, mesin pun tidak bisa mengeluarkan kemampuannya secara utuh.

Turbocharger ini sejatinya merupakan sebuah “pompa turbin” yang bertugas mengisap udara segar untuk kemudian dihembuskan sekuat mungkin ke saluran intake manifold mesin sehingga timbul tekanan udara.

Ketika katup intake terbuka, udara bertekanan tadi dengan cepat berpindah ke dalam ruang bakar tanpa perlu menunggu tersedot oleh kavakuman akibat langkah isap piston. Alhasil udara yang akan dimampatkan dalam silinder menjadi lebih banyak.

Ketika ia bercampur dengan uap bahan bakar kemudian dimampatkan lalu diberi percikan api dari busi, maka terjadilah ledakan energi yang mendorong piston untuk memutar poros engkol.

Untuk menyempurnakan kinerja turbocharger, biasanya pabrikan kendaraan menambah komponen intercooler — yang dipasang di antara turbocharger dan saluran intake mesin sebelum throttle body.

Intercooler berfungsi menurunkan suhu udara yang dihembuskan oleh turbocharger menuju saluran intake mesin. Udara yang lebih dingin membuat kandungan molekul oksigen menjadi lebih rapat dan padat sehingga tenaga dan efisiensi bahan bakar meningkat secara beriringan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.