Mangku Pastika Putuskan Ambil Cuti Kampanye

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika memutuskan mengambil cuti dari 28 April hingga 11 Mei 2013

terkait aktivitas kampanye pemilihan kepala daerah.

"Setelah saya pikir-pikir, saya harus cutilah supaya tidak timbul masalah-masalah, cuti dan tidak cuti," katanya usai menghadiri sosialisasi program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) Mandara di Denpasar, Kamis.

Ia pun menyebutkan surat cuti sudah dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri beberapa hari lalu. Sebelumnya Pastika sempat menyampaikan tidak akan mengambil cuti kampanye dengan alasan supaya tidak mengganggu efektivitas jalannya roda pemerintahan.

Pastika dan Wakil Gubernur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga sama-sama maju dalam Pilkada Bali yang akan digelar 15 Mei 2013. Pastika berpasangan dengan Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, sedangkan Wagub Puspayoga berpasangan dengan Ketua DPRD Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan.

Menurut Pastika, ketika ia dan wakil gubernur cuti, maka tugas-tugas pemerintahan bisa dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Bali Cokorda Ngurah Pemayun atau pejabat lainnya yang ditunjuk sebagai pelaksana harian sesuai dengan keputusan Menteri Dalam Negeri.

Pada masa kampanye nanti, ia akan mengambil kampanye terbuka dan tertutup. "Itu timlah yang mengatur," ujarnya.

Ia pun sudah mempercayakan tim pemenangannya terkait juru kampanye yang akan hadir. Pihaknya juga siap akan mengikuti debat kandidat di stasiun televisi.

Sementara pengamat sosial dan politik Prof Dr Nengah Dasi Astawa mengusulkan memang sebaiknya calon petahana pada Pilkada Bali supaya mengambil cuti kampanye pada waktu yang telah ditentukan sehingga jelas garis pemisahnya selaku pemerintah dan kepentingan politik.

"Lebih baik itu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena sudah dilindungi undang-undang para pejabat pemerintah untuk kampanye dan cuti kampanye," ujar akademisi dari Universitas Pendidikan Nasional itu.

Ia tidak menginginkan di kemudian hari kalau ternyata ada bukti pelanggaran kampanye dari petahana, padahal di saat itu mereka mengatakan tidak cuti kampanye.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.