Mangusta, Cruiser Sangar yang Mencerminkan Jati Diri Lamborghini

·Bacaan 3 menit
Mangusta, cruiser yang mencerminkan jati diri Lamborghini. (Yanko Design)
Mangusta, cruiser yang mencerminkan jati diri Lamborghini. (Yanko Design)

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor Lamborghini hanya sebatas konsep kreasi dari seorang desainer. Adalah Al Yasid yang dikenal tidak hanya sebagai seorang perancang melainkan seniman kendaraan. Ia banyak melahirkan karya dari pemikirannya di atas kertas virtual dengan beberapa hasil yang cukup menarik.

Kendaraan yang ia rancang kali ini dijuluki Mangusta (bahasa Italia untuk luwak), motor konsep yang didasari dari Ducati Diavel. Desain yang dibuat Yasid berhasil mewujudkan semangat banteng mengamuk, meski luwak termasuk spesies yang cukup agresif.

Menurutnya, Diavel menjadi pilihan sempurna untuk menciptakan mesin liar yang layak mendapatkan lencana Lambo.

Estetika Mangusta benar-benar mencerminkan bahasa merek supercar Italia. Ada kombinasi logam dan serat karbon untuk menciptakan pengendaraan yang kuat namun ringan.

Dan satu-satunya yang tidak terdapat lekukan tajam yakni joknya. Alasannya cukup jelas. Seperti yang diharapkan banyak orang, model ini mendapatkan gaya over-the-top dengan bodywork bersudut dengan tepi tajam.

Beberapa detail bagian tubuhnya tetap mewujudkan si ‘banteng gila’. Hampir semua panel bodi terlihat dibuat dari serat karbon. Meski tidak ada informasi secara perinci mengenai spesifikasi mesin, sepertinya didasarkan pada XDiavel S.

Lampu depan LED berbentuk Y dan strip lampu belakang terlihat ramping, sepertinya terinspirasi dari Vision Gran Turismo Concept yang terungkap tahun lalu. Tangki dan jok dibuat seakan menyatu, dengan sedikit pahatan di bagian bawahnya.

Tak ada sepatbor depan dan dibiarkan terbuka. Diganti dengan cover yang menutupi suspensi depan. Tetap mengadopsi sudut tajam.

Berbasis Diavel

Walau mengambil basis dari Diavel, Yasid menciptakan rangka teralis yang cukup elegan. Warna yang kontras dengan cover berbalut serat karbon membuatnya terlihat menawan.

Panel serat karbon menyembunyikan sebagian besar elemen desain motor asli. Dari rangka teralis sampai lengan ayun satu sisi, tapi penggerak sabuk masih terlihat. Bagian bawah cukup menarik, depan mesin ditutup secara apik.

Lekukannya tajam dipadu garis tegas layaknya bodi supercar asal Italia. Cover rangka dibuat memanjang sampai menutupi single arm.

Sisi lainnya untuk menutupi knalpot dua lubang yang letaknya tepat di bawah jok pengendara. Desainer memperluas jarak sumbu roda untuk menciptakan motor yang lebih elegan dan memanjang.

Perancang belum menyebutkan apa-apa tentang spesifikasi motor tersebut, tapi bisa ditebak kalau model ini masih mengandalkan mesin konvesional, bukan powertrain listrik.

Karena ia memiliki fitur mekanis yang sama dengan Ducati XDiavel S tanpa perubahan apa pun. Mangusta yang dipamerkan dibungkus warna perak Reventon, dan kuning Aventador. Semenatar warna merah khas Ducati telah dihilangkan.

Lamborghini Pernah Bikin MotorPabrikan Supercar asal Italia, Lamborghini sebetulnya pernah membuat motor sport dalam bentuk prototipe sebelum dijual secara massal. Namanya Lamborghini Design 90.

Dirakit Terbatas

Motor ini ini dirakit pada 1989 dengan jumlah hanya 6 unit sebagai tahap awal. Tapi model itu tidak sepenuhnya dibuat pabrikan berlogo banteng, tapi hasil kerjasama dengan produsen motor Boxer dari Prancis.

Sepeda motor sport ini menggunakan basis desain Lamborghini Countach 25th Anniversary, dengan konfigurasi bodi fiberglass yang ramping berbentuk menyerupai supercar V12 1988. Untuk motor bikinan era 80-an, powernya cukup fantastis. Tercatat tembus 130 Hp dan punya bobot 180 kg. Itu artinya tidak jauh beda sama motor sport 250 cc di masa sekarang.

Sayangnya, motor tersebut tak mendapat respon baik dari pasar. Saat itu banyak yang beranggapan kalau desain motornya terlalu futuristik sehingga kurang dilirik.

Maka Design 90-an itu tidak pernah berhasil masuk ke produksi massal. Unit yang tersisa saat ini telah masuk rumah lelang H & H yang berbasis di Cheshire. Kabarnya ada yang berani membayar hingga £ 90.000 atau Rp 1,7 miliar.

Sumber: Oto.com