Manipulasi dalam Relasi, Pahami Cirinya agar Tidak Terjebak

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Hubungan percintaan seharusnya dijalani dengan penuh kasih sayang, kejujuran, dan saling melindungi. Namun faktanya, masih banyak orang yang terjebak dalam sebuah hubungan yang tidak sehat.

Kerap dikenal dengan toxic relationship, banyak hal yang masuk ke dalam toxic relationship, salah satunya manipulasi dalam relasi. Hal ini menjadi perhatian dari The Body Shop Indonesia dan diangkat ke dalam Campus Online Talkshow: Menciptakan Kampus Yang Aman dengan Tema "Manipulasi dalam Relasi" pada Rabu, (11/2/2020) lalu secara virtual.

Program ini juga dalam rangka kampanye The Body Shop dalam kampanye Stop Sexual Violence. Perlu diketahui jika manipulasi daalam hubungan asmara kerap membuat korban mersa tidak nyaman namun sang korban tidak mampu untuk menolaknya. Bahkan banyak yang merasa kesulitan untuk keluar dari situasi tersebut.

Manipulas dalam relasi

Campus Online Talkshow: Menciptakan Kampus Yang Aman dengan Tema
Campus Online Talkshow: Menciptakan Kampus Yang Aman dengan Tema

Hannah Al Rashid yang hadir sebgai narasumber juga menceritakan pengalamannya yang pernah terjebak dalam toxic relationship. "Saya pernah mengalami toxic relationship, hanya pada saat itu, Saya sama sekali tidak sadar akan itu. Seandainya di umur segitu, Saya bisa tahu tentang topik ini, mungkin saya akan dalam posisi yang lebih kuat untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut. Mengetahui tentang manipulasi dalam relasi sebagai remaja atau young adult adalah sesuatu yang sangat penting." ungkapnya.

Wakil Direktur Bidang Advokasi HopeHelps Universitas Indonesia (UI), Nasya Ayu Dianti mengatakan mereka yang menjadi korban manipulasi itu sering bingung apa yang terjadi pada korban karena kesalahannya atau kesalahan orang lain. Ia mengatakan korban-korban yang berada dalam kondisi seperti itu harus diberdayakan.

"Hal itu perlu dilakukan agar mereka bisa mengambil keputusan yang benar-benar sehat untuk dirinya sendiri agar keluar dari situasi yang manipulatif itu," kata Nasya.

Berdasarkan pengalamannya di HopeHelps UI, pelaku manipulatif itu banyak orang yang sudah dikenal baik dengan korbannya. Dalam laporan tahunan HopeHelps UI pada 2020, sebanyak 38,5 persen itu merupakan teman sendiri. Sementara, 10,3 persen itu pelaku adalah pacarnya dan dalam kasus-kasus tertentu, ternyata pelaku kekerasan seksual itu merupakan mantan pacarnya.

#Elevatewomen