Mantan Aktivis 98 Sebut PAN Punya Sederet Kader Siap di Kabinet

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVAReshuffle kabinet kembali mencuat. Selain karena penyatuan Kemenristek ke Kemendikbud dan adanya Kementerian Investasi, kabar lain mencuat adalah masuknya PAN ke jajaran kabinet.

PAN pada periode pertama Presiden Jokowi (2014-2019) juga masuk ke kabinet saat pemerintahan sudah berjalan. Wacana reshuffle kabinet yang sudah berjalan setahun lebih ini, juga memunculkan wacana kalau PAN akan kembali masuk.

Aktivis Gerakan 98, Lutfi Nasution mengatakan, perombakan kabinet sepenuhnya adalah preogratif Presiden Jokowi. Namun dia menilai, sudah wajar jika PAN mendapatkan tempat di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Baca juga: Menag Yaqut Larang Malam Takbiran Keliling

"Karena PAN hari ini mendukung kebijakan pemerintah walaupun kadang kritis dalam menyikapi kebijakan yang keliru," ujar Lutfi dalam keterangannya, Senin 19 April 2021.

Kabar masuknya PAN dalam reshuffle yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat, menurut dia lantaran partai tersebut memiliki sejumlah kader potensial. Baik itu Ketum Zulkifli Hasan, hingga Sekjen Eddy Soeparno.

Jelas dia, Zulkifli memiliki pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan. Selain memiliki jaringan yang luas. Menjadi menteri koordinator, menurutnya layak diberikan ke PAN.

"Ini kan bisa memperkuat kinerja kabinet Jokowi - Ma'ruf, karena beliau punya pengalaman, integritas dan kecintaan terhadap NKRI", kata Lutfi yang juga politisi PAN itu.

Pilihan lain yang bisa diandalkan duduk di kabinet menurutnya adalah Eddy Soeparno. Karena pria yang kini masih dipercaya di posisi sekretaris jenderal DPP PAN itu, masih muda dan cakap dalam bekerja.

"Karena Jokowi membutuhkan figur menteri muda yang memiliki kecakapan dalam politik dan memiliki kapasitas secara profesional membangun bangsa ditengah krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19", ujarnya.

Lebih lanjut menurut dia, stok kader potensial di PAN cukup banyak dan layak untuk bisa menjadi menteri. Apalagi mereka masih cenderung muda dan memiliki energi yang besar.

"PAN juga masih punya kader muda berpotensi yang berasal dari kalangan aktivis, yang siap memperkuat kabinet Jokowi-Ma'ruf, seperti Yandri Susanto (Ketua Komisi VIII DPR RI) Ahmad Riski Sadig (Ketua DPW PAN Jawa Timur dan anggota DPR RI), dan Saleh Partaonan Daulay (Ketua Fraksi PAN DPR RI)", katanya.