Mantan Anak Buah Ferdy Sambo, AKP Dyah Chandrawati Besok Diperiksa Kasus Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Kode Etik Polri (KKEP) kembali menggelar kasus dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Kamis (8/9). Sidang mengagendakan memeriksa mantan Paur Subbagsumda Bagrenmin Divpropam Polri AKP Dyah Chandrawati.

"Rencana besok akan digelar kode etik AKP DC atau AKP C," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/9).

Dedi menjelaskan, sidang kode etik terhadap AKP Dyah bukan terkait kasus obstruction of justice. AKP Dyah diperiksa terkait dugaan menghalangi penyelidikan kematian Brigadir J dengan tingkat pelanggaran kategori sedang.

"Pelanggaran kode etik yang diklasifikasikan pak Karowabprof, ada berat sedang dan ringan, dan itu masuk kategori sedang," ujar dia.

Kendati begitu, Dedi belum merincikan tentang peranan AKP Dyah dalam kasus tersebut. Dia menjelaskan jika peran dari AKP Dyah akan didalami ketika sidang etik nanti.

"Ya besok kan didalami dulu," tutup Dedi.

AKP Dyah Masuk Daftar Polisi Dimutasi

Adapun nama AKP Dyah Chandrawati sebelumnya sempat masuk dalam daftar 24 personel Polri yang dimutasi ke Yanma Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Sebagaimana personel yang terkena mutasi dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST /1751/ VIII/ KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022.

Sekedar informasi jika Tim Inspektorat Khusus (Itsus) Polri telah memeriksa 63 anggota Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dari total tersebut, ada 35 personel yang ditetapkan melanggar kode etik atas penanganan kasus tersebut.

Di mana dari 35 personel pelanggar etik tersebut terdapat tujuh orang yang dinyatakan melanggar etik ketegori berat Obstruction of Justice, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuk Putranto, Kompol Baiquni Wibowo dan AKP Irfan Widyanto .

Dari ketujuh pelanggar ketegori berat, terdapat empat tersangka obstruction of justice yang telah menjalani sidang etik, yakni Kombes Agus Nurpatria, lalu Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo dengan hasil pemberhentian secara tidak hormat (PTDH).

Namun keempatnya menyatakan banding sebagaimana diatur dalam parpol nomor 7 tahun 2022 pasal 69 yang menjadi hak bersangkutan untuk selanjutnya bakal diputus sidang komisi kode etik polisi (KKEP) tingkat banding.

Reporter: Ady Anugrahadi [gil]