Mantan Bos Adidas, Taipan Bernard Tapie Mengalami Luka Usai Rumahnya Diserang Perampok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Taipan asal Perancis yang dulu sempat jadi pemilik brand pakaian dan sepatu kenamaan Adidas, Bernard Tapie dikabarkan mengalami penyerangan oleh beberapa perampok di rumahnya di pinggiran kota Paris pada minggu dini hari.

Dikutip dari BBC, Selasa (6/4/2021) taipan berusia 78 tahun bersama istrinya itu sedang terlelap saat empat pria menyelinap ke dalam rumahnya hari minggu pukul 00:30 waktu setempat.

Keduanya mengalami kekerasaan saat perampok mencoba mencari hartanya. Sang istri kabarnya dijambak oleh pencuri untuk memberitahukan dimana ia menyimpan hartanya, begitupun Tapie yang mengalami luka di kepala usai dipukul menggunakan tongkat.

Setelah kemudian keduanya diikat menggunakan kabel listrik, Tapie berhasil melepaskan diri dan kabur ke rumah tetangganya untuk menelpon pihak kepolisian setempat.

"Tapi tentu saja tidak ada harta karun, dan fakta bahwa mereka tidak menemukannya membuat kekerasan semakin parah." kata walikota Combs-La-Ville, Guy Geoffroy.

Usai insiden tersebut, sang taipan sempat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan sebelum akhirnya melakukan perawatan mandiri di rumahnya. Anaknya, Rudolph Tapie menyebut ayahnya sudah membaik dan masih kelelahan usai kejadian.

Sementara itu, pencuri diketahui merampas sejumlah perhiasan Tapie dan istirnya. Meliputi dua jam tangan, termasuk Rolex, anting-anting, gelang, dan cincin.

Siapa Bernard Tapie?

Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash
Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash

Bernard Tapie bukan orang sembarangan di Perancis. Namanya cukup terkenal sebagai seorang pengusaha dan politisi yang dipenuhi segudang skandal politik. Tapie juga seorang aktor, penyanyi dan pembawa acara TV bahkan ia sempat menjadi pemilik dari salah satu klub sepak bola terkenal, Olympique de Marseille.

Ia sempat dipercayai sebagai Menteri urusan Perkotaan di periode kepresidenan Francois Mitterand pada tahun 1992. Meski begitu, beberapa tahun kemudian ia dijatuhi hukuman penjara selama lima bulan atas kasus korupsi, pelanggaran pajak dan penyalahgunaan aset negara.

Skandal korupsinya bukan hanya itu, ia dituduh mengatur pertandingan liga Perancis untuk memenangkan klubnya. Usai tuduhan tersebut, gelar juara liga Olympique de Marseille dicopot dan klub dihukum dengan diturunkan ke divisi yang lebih rendah.

Selain itu, satu lagi skandalnya yang paling menyita perhatian publik ialah pertarungannya dengan salah satu bank Perancis, Creddit Lyonnais atas pelanggaran transaksi pada saat penjualan saham Adidas tahun 1993. Saat itu, Tapie melapor kepada panel arbitrase pemerintah atas penipuan karena sahamnya dihargai rendah.

Kasusnyan bergulir hingga 15 tahun. Pada tahun 2008, pengadilan memutuskan Tapie berhasil memenangkan pertarungan tersebut dan berhak atas pembayaran uang ganti rugi sekitar 400 juta euro atau sekitar Rp 6,8 triliun (kurs saat ini, 1 euro = Rp 17.000).

Sayangnya skandal itu masih berlanjut. Pemerintah menemukan gugatan Tapie atas tindakan penipuan itu kabarnya tidak benar. Sehingga, pengadilan mengharuskan Tapie mengembalikan uang kompensasi ratusan juta euro itu pada tahun 2015.

Atas kelalaian tersebut, nama presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, yang dulu merupakan mantan menteri keuangan Perancis ikut terseret. Pasalnya saat pengajuan kompensasi 2008 silam, Lagarde merupakan menteri keuangan negara dan menyetujui pembayaran kompensasi kepada Tapie. Meski akhirnya Lagarde tidak dinyatakan bersalah.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Ini