Mantan Bupati Buleleng Diperiksa Kejari

Singaraja (ANTARA) - Mantan Bupati Buleleng, Putu Bagiada diperiksa tim khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja, Bali utara terkait dugaan korupsi biaya upah pungut pajak bumi dan bangunan (PBB) selama kurun waktu 2005-2011, Senin.

Kedatangannya ke Kejari Singaraja yang sebelumnya berhalangan untuk diperiksa setelah menerima surat panggilan itu mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Buleleng, baik secara tertutup maupun terbuka.

Tim Penyidik yang diketuai I Wayan Suardi melakukan pemeriksaan terhadap Putu Bagiada selama hampir lima jam di ruang kerja Kajari Singaraja.

Dalam pemeriksaan secara marathon itu sempat istirahat untuk makan siang, sementara puluhan awak media dengan sabar menunggu di luar ruangan.

Usai didengar keterangannya, mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada tidak banyak memberikan komentar kepada para wartawan. Karena apa yang ditanyakan sudah dijelaskan.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Singaraja I Wayan Suardi mengatakan, sedikitnya ada 20 pertanyaan yang diajukan tim penyidik kepada Putu Bagiada, terkait penerbitan Surat Keputusan Bupati Buleleng Nomor 356 Tahun 2005 yang mengatur besaran biaya upah pungut.

Selain itu SK Bupati Buleleng Nomor 977/749/HK/2008 yang juga mengatur hal serupa, yang mengakibatkan dugaan kerugian negara mencapai Rp11 miliar.

Kedua dokumen penting terkait pengaturan upah pungut itu, sebelumnya disita Kejari Singaraja dari Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Buleleng melalui aksi penggeledahan yang dilakukan sebanyak dua kali.

SK Bupati Buleleng Nomor 977/749/HK/2008 mengatur alokasi biaya pemungutan PBB kepada sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, sepeti Bupati Buleleng 30 persen, Wakil Bupati Buleleng 15 persen, Sekretaris Daerah sepuluh persen, 20 persen untuk Kepala Dinas Pendapatan, dan sepuluh persen untuk biaya operasional.

Tim Penyidik penanganan dugaan korupsi biaya upah pungut PBB Buleleng, Selasa (31/7) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih yang sedianya, tanggal 3 Agustus nanti, tapi yang bersangkutan minta dimajukan.

Menurut Suardi, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan meminta keterangan lagi terhadap mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada.(rr)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.