Mantan Bupati Tebo Dituntut 18 Bulan Penjara

Jambi (ANTARA) - Terdakwa Madjid Muaz mantan Bupati Tebo yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mobil damkar Pemkab Tebo dituntut satu tahun enam bulan atau 18 bulan denda Rp50 juta susider tiga bulan kurungan penjara.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Romy dibacakan dihadapan majelis hakim Tipikor Jambi yang dipimpin Nelson Sitanggang, di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu.

Selain dituntut hukuman satu tahun enam bulan, terdakwa mantan Bupati Tebo Madjid Muaz juga diwajibkan membayar uang kerugian negara senilai Rp945,6 juta.

Dalam tuntutan tersebut terungkap bahwa terdakwa Majid Muaza terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1,2,3 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2021 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa Majdid Muaz bersama-sama terdakwa lainnya Raden Hasan Basri telah terbukti bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

Terdakwa terbukti bersalah bersama-sama sebagai pimpinan proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran telah melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp2 miliar pada 2004 dan 2005.

Pembelian dua unit mobil damkar tersebut dibayar selama dua tahun anggaran yang menggunakan APBD Kabupaten Tebo, namun tidak pernah dianggarkan dan menggunakan anggaran lainnya sehingga menyalahi aturan.

Terdakwa Madjid Muaz terlibat dalam kasus ini karena telah minta kepada pejabat setempat untuk mencairkan dana pengadaan mobil damkar dan mantan bupati tersebut menyetujuinya dalam anggaran dengan memberikan cacatan pada nota dinas Bupati Madjid Muaz yang menyatakan pengadaan mobil damkar `ok`, sehingga dilaksanakan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran di Tebo tersebut dibeli dari PT Istana Raya yang disetujui oleh terdakwa Madjid Muaz dan terungkapnya kasus ini dalam sidang kedua unit mobil damkar tersebut tidak pernah dianggarkan di APBD Tebo. Pengadaan mobil tersebut tanpa dilakukan tender proyek dan menggunakan anggaran APBD dari anggaran lain karena proyek ini tidak pernah ada atau tidak pernah dianggarkan.

Kemudian mantan bupati juga telah meminta kepada seluruh panitia anggaran untuk menandatanginya dan menyetujui anggarannya yang tidak pernah dianggarkan sebelumnya dan mobil itu sudah ada di Kabupaten Tebo sehingga seluruh dokumennya palsu.

Berdasarkan saksi ahli dari ITB menyatakan untuk satu unit mobil damkar tersebut hanya senilai Rp400 juta dan untuk kedua unit mobil hanya sekitar Rp800 juta tetapi di dalam proyek tersebut senilai Rp2 miliar sehingga terjadi kerugian negara dalam kasus ini Rp945 juta.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat