Mantan Dirut Telkomsel: Usut Operator yang Tidak Pro-Indonesia

Mantan Dirut Telkomsel: Usut Operator yang Tidak Pro-Indonesia

Laporan Wartawan Tribunnews.com Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang sesumbar bakal menutup operasional provider Telkomsel dan Indosat, dinilai terlalu terburu-buru.

Pernyataan Tifatul itu, merupakan respons terhada skandal penyadapan intelijen Amerika Serikat dan Australia terhadap kedua operatator telepon seluler tersebut.

"Saya rasa harus ada data yang jelas. Jangan terlalu terpengaruh dengan ucapan satu orang saja. Kominfo kan bisa menggunakan wewenangnya untuk melakukan audit operator," kata Mantan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto, Kamis (20/2/2014).

Ia berpendapat, semua operator di Indonesia bekerja berdasarkan modern lisensi, dimana semua jaringan dilaporkan kepada Kemenkominfo. Namun, ia juga tak mengelak sering ada operator yang mencoba berbuat di luar prosedur.

"Kalau ada operator yang tidak pro-Indonesia, silahkan usut secara jelas," cetusnya.

Sarwoto menambahkan, aksi penyadapan yang dilakukan oleh Australia sudah sering terjadi. Karenanya, yang harus dilakukan pemerintah adalah meninjau ulang konfigurasi platform telekomunikasi sehingga ke depannya tidak mudah untuk disadap.

Baca Juga:

Telkomsel dan Indosat, Korban atau Pelaku Penyadapan?

Guru Besar UI: Amerika Sadap Indonesia untuk Hancurkan Industri Rokok Kretek

Indosat Pastikan Tak Terlibat dalam Isu Penyadapan