Mantan juara dunia tinju Mike Tyson menggebrak MMA

Mike Tyson siap memekakkan telinga Anda lewat MMA.

Mantan juara kelas berat itu akan bergabung dengan Professional Fighters League sebagai pembawa acara serial baru "Mike Tyson's New Fight Game: The PFL," yang akan debut minggu ini dalam saluran YouTube liga tarung gaya bebas dan platform-platform digital lain sebelum playoff dimulai Jumat.

Tyson akan mewawancarai para petarung, musisi, entertainer dan penggemar seni bela diri campuran terkenal lainnya. Tyson akan bergabung dalam "Fight Game" yang diasuh co-host Sean O'Connell yang merupakan penyiar pertandingan PFL ESPN dan juara kelas berat ringan PFL 2018.

"Kita bisa membawa ini ke dimensi lain," kata Tyson kepada Associated Press. "Kita bisa mengemasnya dengan cara yang tepat. Berikan iklan yang tepat. Kita bisa menangani para petarung ini dan mempublikasikan petarung-petarung ini dengan benar. Kita bisa melibatkan semua petarung dari seluruh planet ini, dan semua teknik dan semua disiplin serta menaruhnya dalam satu turnamen dan temukan siapa yang benar-benar (petarung) terhebat di planet ini yang pernah hidup. "

PFL adalah organisasi berbasis turnamen yang memulai playoff minggu ini. Babak playoff PFL diadakan selama tiga malam selama Oktober: Pertarungan Jumat menampilkan kelas 155 pound dan kelas welter putri; 17 Oktober menampilkan kelas bulu dan kelas ringan; dan 31 Oktober mempertarungkan kelas berat ringan dan kelas berat. Setiap petarung putra harus bertarung dua kali dan menang dua kali agar maju ke putaran final kejuaraan.

Tyson bisa menambahkan citra menghibur pada profesi host TV. Dia menyuarakan dirinya dalam sebuah tayangan animasi di Cartoon Network dan bahkan membintangi sebuah monolog di Broadway. Dia menjadi pembawa acara pada sebuah podcast dan mendirikan perusahaan obatnya sendiri.

Dia berharap penggemar mendengarkan transisi dia ke PFL.

"Saya sungguh ingin memahami esensi apakah manusia itu sebenarnya." kata Tyson. "Anda sungguh tak akan pernah tahu seseorang sampai Anda mendekat dan berbicara dengan dia. Anda harus membuatnya nyaman ketika dia tidak nyaman. Saat itulah Anda bisa sungguh memahami esensi manusia."