Mantan Kabag Pertanahan Dituntut Dua Tahun Penjara

Bandung (Antara) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa yang juga mantan Kepala Bagian Pertanahan Kota Bekasi, Masna Suryana dengan hukuman dua tahun penjara, membayar ganti rugi sebesar Rp50 juta atau subsider tahanan tiga bulan penjara.

"Terdakwa kami nilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat kasus pembebasan tanah untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Bantargebang senilai Rp5 miliar lebih," kata JPU Semeru dalam tuntutan yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Heri Sutanto di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa.

Semeru mengatakan sesuai dakwaan terdakwa dijerat pasal subsider yakni pasal 2 ayat 1 dan pasal 5 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Sementara itu, terdakwa juga dijerat dengan pasal subsider yakni pasal 3 ayat 1 kesatu KUHP UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi," kata dia.

Menurut dia, dengan bukti-bukti dan saksi-saksi yang telah dihadapkan pada majelis hakim, akhirnya jaksa pun menuntut terdakwa dengan hukuman tersebut.

Dikatakannya, pembebasan lahan tersebut berada di Zona 5 dengan luas 2,5 hektare untuk pembuangan terakhir sampah milik Pemerintah Kota Bekasi. Anggaran tersebut diperoleh dari dana dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2011.

"Pada pengajuan diduga adanya mark-up, yang berkedok hasil musyawarah, harga yang ditetapkan sebesar Rp185 ribu per meter jauh diatas harga pasaran di lokasi tersebut," katanya.

Usai pembacaan tuntutan dari KPU, hakim bertanya kepada penasehat terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan dari terdakwa apa bersama kuasa hukumnya.

Menyikapi hal tersebut, kuasa hukum terdakwa menyatakan akan memberikan nota pembelaan (eksepsi).

Majelis hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan pada 8 Januari 2014 dengan agenda mendengarkan nota pembelaan dari kuasa hukum terdakwa.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.