Mantan Kepala Kepolisian China Diadili Atas Dugaan Terima Suap

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan kepala kepolisian terkuat di China, Fu Zhenghua akan diadili atas dugaan menerima suap dan membantu tindak kejahatan, menurut jaksa penuntut umum.

Fu (67) diperkirakan akan didakwa secara resmi di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut.

"Sebagai anggota penegak hukum, Fu Zhenghua secara sengaja menyembunyikan tersangka tindak kejahatan dari dakwaan dan melakukan sejumlah kejahatan besar," jelas jaksa penuntut umum di Changchun, dilaporkan kantor berita Xinhua.

Jaksa menuduh Fu menerima suap dan menyalahgunakan kekuasaannya, termasuk saat menjabat sebagai wakil kepala dan direktur Biro Keamanan Masyarakat Beijing.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (12/7), Fu juga pernah menjadi anggota Komisi Pusat Urusan Politik dan Hukum serta Menteri Kehakiman sebelum pensiun dini pada Mei 2020 karena menjadi anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC), sebuah badan penasihat utama.

Fu yang mulai diselidiki pada 2021 dipecat dari Partai Komunis. Dia ditangkap pada April lalu.

Lembaga anti korupsi Partai Komunis, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin mengatakan Fu kehilangan "semangat dan prinsip-prinsip partai". Komisi ini juga menuduh Fu berkolusi dengan Sun Lijun, mantan wakil menteri keamanan masyarakat yang baru-baru divonis bersalah atas kasus suap dan kepemilikan senjata ilegal. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel