Mantan Manager Kompetisi AFC: Hanya Prestasi Yang Dapat Kembalikan Reputasi Arema

Bola.com, Malang - Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu membuat nama Arema FC menjadi sorotan. 135 korban meninggal merupakan sebuah kejadian yang memilukan.

Perhatiannya kini tak hanya ditujukan kepada Aremania yang jadi korban, tapi juga tim Arema FC. Tim berjuluk Singo Edan itu mengalami kondisi serba salah. Antara berduka dan harus tetap menggelar rutinitas tim untuk menatap lanjutan kompetisi.

Mantan Manager Kompetisi AFC asal Malaysia, Mohd. Saifuddin memberikan pandangannya, yakni saat menggelar pertemuan daring dengan manajemen dan tim pemulihan Arema FC, Senin (21/11/2022).

Panpel Disorot

Sepasang sepatu kets terinjak-injak di tribun Stadion Kanjuruhan menyusul tragedi mengeneskan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (02/10/2022). Setidaknya lebih dari 100 orang tewas ketika penggemar tuan rumah yang marah menyerbu lapangan dan polisi menanggapi dengan gas air mata yang memicu desak-desakan. (AP/Hendra Permana)
Sepasang sepatu kets terinjak-injak di tribun Stadion Kanjuruhan menyusul tragedi mengeneskan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (02/10/2022). Setidaknya lebih dari 100 orang tewas ketika penggemar tuan rumah yang marah menyerbu lapangan dan polisi menanggapi dengan gas air mata yang memicu desak-desakan. (AP/Hendra Permana)

Dia melihat jika Arema FC kehilangan kepercayaan dari publik setelah tragedi itu. Terutama dari segi kepanpelan. Namun ada sebuah cara untuk mengembalikan kepercayaan publik. Kuncinya adalah prestasi.

Namun, prestasi dapat diraih jika semua komponen sepakbola Malang Raya bangkit saling membantu menjaga Singo Edan. Agar mereka tetap turut serta dalam kompetisi sepakbola Indonesia.

“Memang hanya dengan prestasi untuk mengatasi perkara ini. Semua harus kuat. Klub, tim, juga penyokong (suporter). Klub memang sangat terbebani, juga fansnya. Jangan tengok kebelakang. Harus maju menatap harapan ke depan,” tegas Saifuddin dalam sesi diskusi zoom dengan jajaran manajemen Arema FC.

Kepercayaan

Kedatangan pasukan Javier Roca ke Stadion Kanjuruhan untuk meminta maaf kepada seluruh keluarga yang terdampak dari tragedi ini. (AFP/Juni Kriswanto)
Kedatangan pasukan Javier Roca ke Stadion Kanjuruhan untuk meminta maaf kepada seluruh keluarga yang terdampak dari tragedi ini. (AFP/Juni Kriswanto)

Pria setengah baya yang juga mantan Sekjen FAM ini mengakui bahwa terdapat beban berat yang dialami Arema. Karena itu, manajemen harus menyusun program jangka pendek dan jangka panjang.

Hadir dalam zoom meeting anggota tim pemulihan Ronny Suhatril, Agus S. Sugianto SH. Sedangkan dari Arema FC hadir Manager Hubungan Internasional Fuad Ardiansyah, Manager Media Officer Sudarmaji, dan Sekretaris Tim Rahmat Taufik.

“Jangka pendek bagaimana menunjukkan kepada banyak orang, bahwa manajemen meskipun menderita masih punya semangat. Dan kepercayaan untuk menghadapi lanjutan kompetisi. Apalagi, Arema dilarang bermain di home base sendiri, serta tanpa dukungan fansnya. Sangat berat, tapi harus ditunjukkan dengan kuat,” tegasnya.

Saran

Saifudin menyarankan agar manajemen Arema mulai membuka diri untuk bercerita ke publik tentang apa yang di hadapi. Serta apa yang sedang di kerjakan.

“Baik untuk jangka pendek, maupun pembenahan rencana masa depan jangka panjangnya nanti,” pungkasnya.

Intip Posisi Tim Favoritmu