Mantan Menhub Jonan Apresiasi Pergantian Direksi KAI

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Perhubungan Era Kabinet Kerja, Ignasius Jonan, yang juga dikenal dengan kinerjanya yang luar biasa dalam dunia perkeretaapian, mengapresiasi langkah Kementerian BUMN dalam merombak direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jonan menilai, keputusan Menteri BUMN Erick Thohir tersebut sudah tepat lantaran saat ini, tantangan bisnis KAI sangat besar imbas adanya pandemi Corona.

"Regenerasi pimpinan KAI telah berjalan kembali minggu lalu dan saya melihat bahwa regenerasi ini sesuai dengan kebutuhan KAI saat ini," ucap Jonan dalam keterangannya, Kamis (14/5/2020).

Mantan Direktur Utama KAI periode 2009-2014 ini juga menyampaikan apresiasinya kepada Direktur Utama KAI yang menggantikan Edi Sukmoro, Didiek Haryanti.

Dirinya bilang, perlu dilakukan pengaturan keuangan yang luar biasa untuk meneruskan proyek LRT Jabodebek dan partisipasi dalam pembangunan Kereta Cepat. Untuk itu, Didiek dianggap sosok yang pas dengan memiliki latar belakang sektor keuangan yang mumpuni.

"Sebagai mantan Dirut KAI dan mantan Menhub, saya sangat berharap bahwa kinerja KAI akan semakin baik dalam melayani kebutuhan masyarakat sekarang dan ke depan," tambah Jonan.

 

Apresiasi Edi Sukmoro

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jonan juga mengapresisasi kepemimpinan Edi Sukmoro. Baginya, kepemimpinan sebelumnya telah membawa KAI menjadi moda transportasi dengan layanan yang terus membaik. Hal itu, menurut Jonan, perlu dilanjutkan dengan mengikuti perkembangan zaman.

Sebelumnya, Erick Thohir memutuskan untuk mengganti jajaran kepemimpinan KAI, yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: SK-142/MBU/05/2020 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia.

Untuk posisi Direktur Utama, Erick Thohir menunjuk Didiek Hartantyo menggantikan Edi Sukmoro. Didiek sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan KAI. Selain itu, regenerasi juga dilakukan untuk posisi Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha, Direktur Niaga, dan Direktur SDM dan Umum.