Mantan Menteri KKP dorong pendekatan ilmiah majukan masyarakat pesisir

Royke Sinaga
·Bacaan 2 menit

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mendorong pendekatan ilmiah melalui riset dan pengembangan guna memajukan dan mensejahterakan masyarakat di perbatasan dan pesisir.

Ia pun mendukung didirikannya Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir (PSPP) oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

"Solusi memajukan (perbatasan dan pesisir) itu bagaimana kita membangun dengan basis iptek, terutama lingkungan dan sosial budaya. Kedua, harus ada riset dan pengembangan," katanya dalam workshop "Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Strategi Ekonomi Sirkular", Selasa.

Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2020-2024 itu menilai ada sejumlah alasan yang mendukung pembentukan Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir (PSPP) UMJ, pertama, yaitu fakta bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kedua dengan garis terpanjang di dunia.

"Potensi ekonominya sangat raksasa, 1,5 triliun dolar AS atau 1,5 kali lipat ekonomi Indonesia saat ini," katanya.

Didukung dengan potensinya besar itu, sekitar 60 persen penduduk Indonesia pun tinggal di wilayah pesisir. Sekitar 70 persen pendapatan industri terbesar pun terdapat di wilayah pesisir.

Sayangnya, meski potensinya besar, pesisir juga menjadi kantong-kantong kemiskinan. Ia juga mencatat perbatasan Indonesia umumnya lebih tertinggal dan lebih miskin ketimbang daerah perbatasan di negara lain. Misalnya saja seperti Batam dan Singapura.

"Ini kalau bicara kedaulatan jadi bagai mimpi di siang bolong kalau perbatasan kifa jauh lebih terbelakanh dan lebih miskin dibanding negara tetangga," ungkapnya.

Rokhmin mendukung penuh pendirian PSPP UMJ agar bisa memberi masukan kebijakan bagi pemerintab guna memajukan dan mensejahterakan masyarakat di perbatasan dan pesisir.

"Harus ada riset dan pengembangan untuk memberi masukan. Kalau berdasarkan feeling, tenggelamkam, moratorium, dar der dor, tanpa pertimbangan science ekonomi, akan hancur. R&D (research and development) harus jadi inti pusat studi ini," ujarnya.
Baca juga: MPR: Diperlukan langkah penguatan majukan wilayah pesisir
Baca juga: Program PEN dukung implementasi ekonomi biru di Indonesia
Baca juga: Bank Dunia tekankan ekonomi laut berkelanjutan demi kesejahteraan RI