Mantan Mesin Gol PSS Buka-bukaan Tentang Suka Duka Jadi Asisten Manajer Klub

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Legenda hidup PSS Sleman, Muhammad Eksan, mulai menikmati posisinya sebagai asisten manajer klub. Menjadi tahun keduanya di 2020 lalu, Eksan didapuk sebagai asisten manajer untuk membantu Danilo Fernando.

Jabatan asisten manajer PSS tentunya adalah pengalaman baru bagi Eksan. Pria asal Kulonprogo tersebut merupakan mantan punggawa Super Elang Jawa di era awal milenium lalu dan memiliki tempat di hati para penggemar PSS Sleman.

Eksan dikenal sebagai striker ulung sekaligus mesin gol bagi PSS pada masanya. Ia sering menjadi andalan bersama kompatriotnya Seto Nurdiyantoro dalam membawa kejayaan PSS.

Setelah pensiun di tahun 2012, Eksan sempat mengenyam pengalaman sebagai pelatih di tim usia muda. Hingga sebuah kepercayaan dari manajemen PSS diberikan untuknya mulai musim 2019 lalu.

Banyak suka dan duka yang ia rasakan selama menjadi asisten manajer di tim PSS. Eksan mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, khususnya selama gelaran Shopee Liga 1 musim 2019.

"Susahnya ada di finansial, kalau sebuah tim tidak didukung hal itu, pasti pusing. Menjadi tantangan saya juga dengan tugas dan tanggung jawab ini. Banyak rintangan PSS bisa melewati musim 2019 hingga berhasil finis di peringkat delapan. Kuncinya adalah percaya antara satu dengan lainnya," ungkap Eksan dalam podcast PSS.

"Tanpa pemain bintang, solid, dan kerja keras dapat terbayarkan. Saya selalu komunikasi dengan Danilo, sering mengadakan pertemuan dengan tim pelatih PSS Sleman. Apa yang dibahas ke depan agar lebih baik, misalnya program latihan," tuturnya.

Impian Melatih PSS

Koleksi foto pribadi legenda PSS Sleman, Muhammad Eksan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Koleksi foto pribadi legenda PSS Sleman, Muhammad Eksan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Eksan menegaskan bahwa staff di tim manajer PSS tidak berwenang mencampuri ranah di tim pelatih. Namun lebih kepada menjembatani antara tim yang berisi pelatih dan pemain, dengan manajemen klub.

Menurutnya, tugas dari asisten manajer yang diembannya satu diantaranya ikut membantu mengembalikan kondisi psikologis pemain, jika sedang mengalami penurunan performa. Di sisi lain, Eksan tak menutup hasrat menjadi nahkoda PSS suatu saat nanti.

Diketahui saat ini Eksan baru mengantongi lisensi kepelatihan C nasional. Jika mendapat kesempatan membesut PSS suatu hari nanti, dengan tegas ia menerimanya.

"Kalau melatih terkendala lisensi, meski pernah melatih tim Porda Sleman. Lisensi saya masih C nasional dan perizinan kantor juga berpengaruh. Waktunya tidak bisa kalau harus cuti terus," bebernya.

"Target pribadi saya, PSS bisa juara dan menjadi wakil Indonesia di tingkat Asia dalam lima tahun ke depan. Saya percaya dengan sosok pak Marco Gracia yang memimpin klub ini, bisa mewujudkan impian itu," tegas Eksan menutup obrolan.

Video