Mantan Pebalap Moto 2 Ini Jadi Pengantar Makanan Akibat Covid-19, Bikin Haru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai memang cukup berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat. Tak hanya di Indonesia saja, akan tetapi dampak ekonomi ini juga dirasakan di berbagai belahan dunia termasuk Malaysia. Tak sedikit pula atlet nasional bahkan internasional yang turut merasakannya.

Hal ini pula yang dirasakan oleh mantan pebalap Moto 2 asal Malaysia, Azlan Shah Kamaruzaman. Azlan sendiri cukup dikenal luas sebagai salah satu pebalap muda berbakat. Kariernya di dunia Moto 2 juga tak perlu di ragukan lagi. Namun, karena adanya pandemi covid-19 ini balapan Moto 2 pun sempat terhenti.

Meski kini ajang Moto 2 telah kembali terlaksana, akan tetapi Azlan memilih untuk membantu bisnis keluarga. Azlan sendiri memilih untuk membantu keluarga dalam berjualan nasi ayam penyet dampak pandemi covid-19. Bahkan, ia juga tak ragu untuk menjadi pengantar makanan.

Memilih menjadi pengantar makanan

Azlan Shah Kamruzaman (Sumber: Harian Metro)
Azlan Shah Kamruzaman (Sumber: Harian Metro)

Keputusan Azlan untuk menjadi pengantar makanan pun ia pilih sendiri. Mantan pebalap Moto2 ini pun mendapatkan ide untuk menjadi pengantar makanan karena khawatir orang-orang tak bisa keluar rumah untuk mendapatkan makanan.

"Aku tidak malu. Ini adalah bisnis keluarga. Bagi saya, saya tidak peduli pekerjaan apa asalkan penghasilannya murni, bersih, dan legal maka saya senang bekerja seperti ini. Saya masih bisa mengendarai sepeda motor dan menjelajahi jalan-jalan baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya," ujar Azlan seperti yang dilansir Liputan6.com dari Harian Metro, Rabu (18/11/2020).

Rupanya, menjadi seorang pengantar makanan cukup membuatnya bahagia. Pasalnya, pria kelahiran 1 Oktober 1984 ini bisa bertemu dengan para penggemar.

Dapat dukungan dari para penggemar

Menurutnya, dukungan untuk menjadi pengantar makanan bukan hanya datang dari keluarga saja. Akan tetapi tak sedikit pula para penggemarnya yang turut memberikan semangat.

“Saya mendapat banyak permintaan yang meminta saya untuk mengirim makanan sendiri karena mereka ingin bertemu saya di muka. Penggemarku lah yang memberikan banyak dukungan untuk penjualan makanan ini. Ada kalanya ada pesanan hingga 40 sampai 50 kontainer sehari," lanjutnya.

Meski begitu, bekerja sebagai pengantar makanan tak selamanya mudah. Ia juga beberapa kali mengalami amsa-masa sulit, dimana dirinya harus tetap mengantar makanan meski tengah hujan.

“Setiap orang saat ini menghadapi masa-masa sulit. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Seluruh dunia sedang menghadapi Covid-19 dan itu bukan tantangan yang mudah untuk kita hadapi, ” tutupnya.