Mantan Pejabat AS Akui Pernah Rencanakan Kudeta di Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - John Bolton, mantan duta besar Amerika Serikat untuk PBB sekaligus eks penasihat keamanan nasional Gedung Putih, kemarin mengatakan dia membantu rencana kudeta di negara lain.

Bolton menyampaikan pernyataan itu kepada CNN setelah persidangan dengan Kongres membahas peristiwa penyerbuan Gedung Capitol 6 Januari 2021 di hari-hari terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump.

Saat berbicara dengan Jake Trapper dari CNN, Bolton menyampaikan, Trump tidak cukup kompeten untuk melakukan "kudeta terencana yang secara hati-hati" seraya menuturkan, "sebagai orang yang pernah membantu rencana kudeta--bukan di sini, tapi di tempat lain--tindakan itu butuh tenaga besar. Dan itu tidak dilakukan oleh Trump."

Tapper kemudian menanyakan kudeta mana yang dimaksud oleh Bolton.

"Saya tidak akan menyebut lokasi spesifik," kata Bolton sebelum menyebut Venezuela. "Tapi ternyata itu tidak berhasil. Bukan dalam artian kami banyak terlibat tapi saya melihat apa yang bisa dilakukan oleh oposisi untuk mencoba menggulingkan presiden yang terpilih secara ilegal dan mereka gagal," kata dia, seperti dilansir laman Reuters, Selasa (12/7).

Pada 2019 Bolton sebagai penasihan keamanan nasional secara terang-terangan mendukung seruan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido agar militer menyokongnya untuk menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro dengan alasan terpilihnya Maduro sebagai presiden tidak sah. Pada akhirnya Maduro masih berkuasa sampai sekarang.

"Saya rasa ada lagi yang tidak Anda ceritakan pada saya (selain Venezuela)," kata Tapper.

"Tentu saja," jawab Bolton.

Banyak pengamat internasional selama ini mengkritik campur tangan AS di negara lain, dari mulai pergantian rezim di Iran pada 1953 dan perang Vietnam sampai invasi di Irak dan Afghanistan.

Namun tidak biasanya seorang pejabat AS secara terbuka mengakui mereka terlibat dalam aksi kudeta di negara lain. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel