Mantan Pemain PSS, Kahudi Wahyu Borong Jersey di Program Kemanusiaan Elang Jawa

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - PSS Sleman belum lama ini menyelenggarakan sebuah program kemanusiaan bertajuk PSS for Humanity. sebuah aksi sosial bertujuan membantu sekaligus meringankan beban korban terdampak pandemi COVID-19 di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Adapun programnya adalah melelang barang koleksi pribadi para pemain PSS Sleman, satu di antaranya adalah jersey. Cukup menarik saat mantan pemain PSS memborong empat jersey sekaligus. Adalah Kahudi Wahyu, penggawa tim Elang Jaya pada medio awal milenium.

Kahudi berhasil mendapatkan jersey milik Wahyu Boli, Ifan Nanda, Adi Satryo, dan sarung tangan kiper Miswar Saputra. Bagi Kahudi, empat jersey yang didapatkannya akan melengkapi koleksi Maguwo Football Park (MFP) yang dirintisnya bersama PSS saat ini.

MFP merupakan mimpi yang berhasil diwujudkan oleh Kahudi dan tim untuk membangun fasilitas olahraga sepak bola yang bisa dinikmati oleh semua orang. Terdapat lapangan mini soccer, guest house, dan cafe di dalam area MFP.

"Latar belakang pembangunan MFP ini karena kami memang concern kepada Youth Development yang mana itu merupakan masalah utama sepak bola Indonesia. Termasuk apresiasi dengan pelelangan jersey dari pemain," ujar mantan pemain PSS Sleman itu, Jumat (29/7/2021).

Peduli Pembinaan

Eks pemain PSS Sleman, Kahudi Wahyu. (Dok PSS)
Eks pemain PSS Sleman, Kahudi Wahyu. (Dok PSS)

Menurutnya, ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan dari dirinya dan Maguwoharjo Football Park untuk prestasi anak-anak muda asli Sleman di dunia sepak bola profesional.

Ia menambahkan keikutsertaannya dalam program PSS for Humanity ingin menunjukkan bahwa MFP adalah bentuk kepedulian terhadap pembinaan pesepak bola usia muda, khususnya di Sleman.

Sementara di sisi lain, Kahudi juga tengah membangun lapangan sepak bola dan gym untuk menunjang aktivitas yang dilakukan secara terpusat di komplek MFP. Mantan pemain PSS Sleman itu berharap keseriusannya dalam memberikan dukungan bisa berpengaruh terhadap kemajuan sepak bola usia muda.

"Semoga ini juga bisa memicu banyak kalangan termasuk pemerintah ataupun pelaku industri sepak bola untuk sama-sama peduli kepada pesepak bola usia muda. Supaya ketika sampai di top levelnya sudah bisa menjadi pemain yang berkualitas," jelas eks asisten pelatih Persis Solo itu.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel