Mantan Pemain pun Malu Melihat Arsenal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Setelah bikin Presiden Rwanda, Paul Kagame pusing, mantan pemain pun malu melihat kondisi Arsenal saat ini.

The Gunners takluk dari Chelsea dalam laga pekan kedua Premier League 2021/2022. Berlaga di Emirates Stadium, Minggu 22 Agustus 2021, Arsenal menyerah 0-2.

Kekalahan ini membuat Arsenal saat ini terpuruk di peringkat ke-19, karena pada laga pekan pertama, pasukan Mikel Arteta juga kalah 0-2 dari tim promosi Brentford.

Situasi ini membuat mantan pemain Arsenal, Bacary Sagna menjadi malu. Padahal, Arsenal pada bursa transfer musim panas ini juga menjadi salah satu tim di Eropa yang paling aktif.

Arsenal menghabiskan 127 juta pounds untuk menggaet lima pemain. 50 juta pounds untuk Ben White, 34 juta pounds untuk Martin Odegaard, 30 juta pounds buat Aaron Ramsdale, lalu masing-masing 17,2 dan 6,8 juta pounds untuk Albert Sambi Lokongan dan Nuno Tavares.

Yang menjadi masalah untuk Sagna adalah, Arsenal justru menghambur-hamburkan uang untuk pemain muda, yang mana kualitas pemain tersebut juga belum terbukti.

“Ketika saya menyaksikan Arsenal sekarang, jujur saja bahwa mereka kebobolan gol bodoh. Bagaimana bisa Anda menghabiskan 150 juta euro dan hanya mendatangkan pemain-pemain muda? Itu mungkin bagus buat masa depan, tapi seseorang harus memikirkan soal masa kini," kata Sagna, dikutip RMC Sport.

"Sekarang ini kalian tahu kan bagaimana sikap pemain-pemain muda. Sejumlah pemain senior memberi tahu sesuatu, mereka menjawab 'kamu sudah memenangi apa?'. Seorang pemain yang sudah memenangi titel-titel bahkan tak perlu bicara apapun untuk didengarkan," sambungnya.

Arsenal akan kembali menemui jalan terjal pada pekan ketiga. Mereka bakal bersua juara bertahan Manchester City pada Sabtu 28 Agustus 2021. Namun sebelum itu, Arsenal akan menghadapi West Brom dalam laga Piala Liga, Kamis 26 Agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel