Mantan Pemain Ungkap Aksi Kejam Van Gaal di MU

·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan bek Manchester United Rafael da Silva mengakui dia dan Louis van Gaal tidak cocok. Rafael yang saat ini di Istanbul Basaksehir, sempat menghabiskan lima tahun di Lyon menyusul keputusan kejam Van Gaal untuk menjualnya setelah menggantikan Moyes pada musim panas 2014.

Rafael mengatakan kepada Mirror: “Hari kedua dia (Van Gaal) berada di klub, dia memanggil saya dan Ryan Giggs ke kantornya. Van Gaal langsung pada intinya: 'Saya rasa saya tidak akan banyak menggunakanmu musim ini, jadi kamu boleh pergi."

"Selesai dalam waktu lima detik." lanjut Rafael.

Giggs mendesak bek sayap itu untuk membuktikan bahwa pelatih asal Belanda itu salah. Tetapi Rafael tidak mau memaksakan diri. Apalagi dia menemukan metode Van Gaal sekali lagi bertentangan dengan filosofi Sir Alex Ferguson.

"Ini adalah masalah kompatibilitas. Di Manchester United, Anda diharapkan memainkan sepakbola yang ekspansif dan ekspresif. Ketika Van Gaal masuk, rasanya seperti dia mengajari kami cara bermain," ungkap Rafael.

“Dia membenci trik. Dia membenci insting. Saya pikir, dia berpikir bahwa seiring berjalannya waktu, orang-orang hanya akan menjadi robot dan menerima instruksinya tanpa diskusi."

“Hidup mulai terasa seolah-olah kita berada di kamp tentara dan Van Gaal adalah kaptennya.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel