Mantan Pengacara Bharada E Polisikan Presenter Feni Rose, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengusut laporan dugaan pencemaran nama baik dilayangkan pengacara Deolipa Yumara terhadap presenter Feni Rose. Laporan mantan pengacara Bharada E itu teregistrasi dengan nomor perkara LP/B/2061/VIII/2022/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi membenarkan telah menerima laporan dari seorang pengacara bernama Deolipa Yumara. Laporan itu terkait Pasal 335 KUHP.

"Iya benar ada laporannya terkait pasal 335 KUHP," kata Numa saat dihubungi, Rabu (31/8).

Pasal 335 KUHP mengatur mengenai perbuatan tentang tidak menyenangkan. Pasal itu berbunyi:

'Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.'

'Barang siapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.'

'Dalam hal sebagaimana dirumuskan dalam butir 2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena.'

Nurma mengatakan, pelapor tak terima dengan komentar-komentar disampaikan Feni Rose. Menurut pelapor, pernyataan itu dikategorikan mencemarkan nama baik.

"Pokoknya sesuai yang ada di tv, dia (Feni Rose) dituding pelapor telah mencemarkan nama baik," ujar dia.

Terkait hal ini, Nurma menerangkan penyidik sedang mempelajari laporan tersebut. Beberapa pihak akan dimintai keterangan termasuk pelapor.

"Pasti dong kita panggil semuanya. Pokoknya kita sedang melakukan penyelidikan," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]