Mantan Presiden Sri Lanka akan Kembali ke Negaranya Setelah Kabur ke Luar Negeri

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diperkirakan akan kembali ke Sri Lanka pada hari ini setelah melarikan diri dari protes anti-pemerintah Juli lalu. Demikian kata seorang juru bicara dari Departemen Informasi kepada The Straits Times.

Sumber lain mengatakan, pengaturan keamanan kepulangan Rajapaksa juga sedang diatur.

Pulangnya Rajapaksa kembali ke Tanah Airnya menunjukkan Presiden Ranil Wickremesinghe yakin akan menjaga keamanan setelah menangkap sejumlah aktivis penting yang memimpin gerakan protes nasional karena krisis ekonomi parah di negara itu.

Juru bicara pemerintah menolak memberikan keterangan lebih lanjut kepada The Straits Times tentang kembalinya Rajapaksa. Namun sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Bloomberg, mantan presiden itu diperkirakan akan tinggal di sebuah rumah yang disediakan oleh pemerintah di Kolombo.

Rajapaksa, 73, melarikan diri ke Singapura Juli lalu melalui Maladewa bersama istrinya dengan pesawat angkatan udara ketika ratusan demonstran yang marah menyerbu kediaman resminya di Kolombo.

Dia secara resmi mengundurkan diri sebagai presiden pada 14 Juli setelah tiba di Singapura dan kemudian pindah ke Thailand pada Agustus. Kedua negara memberi Rajapaksa visa untuk tinggal pribadi jangka pendek. Dia tidak meminta perlindungan maupun diberikan perlindungan.

Ketika Rajapaksa berada di luar negeri, parlemen Sri Lanka memilih presiden sementara dan enam kali mantan perdana menteri Wickremesinghe sebagai presiden baru.

Seorang aktivis senior, yang berbicara secara anonim karena takut ditangkap, mengatakan kepada The Straits Times: "Jika Gotabaya kembali, idealnya dia harus bertanggung jawab atas kesalahan kebijakan dan korupsinya.

Tetapi melihat bagaimana Ranil bertindak terhadap pengunjuk rasa warga, tidak mungkin pemerintahnya akan mengambil langkah keras terhadap Gotabaya."

Laporan media lokal pada 19 Agustus mengutip Sekretaris Jenderal SLPP Sagara Kariyawasam yang mengatakan partainya telah meminta presiden untuk memfasilitasi kembalinya Rajapaksa dan "memastikan keamanan dan fasilitas yang diperlukan".

Setelah empat bulan bungkam, saudara laki-laki Rajapaksa, Mahinda, mengatakan, "Gotabaya Rajapaksa tidak bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Semua orang termasuk saya dan pemerintah sebelumnya harus menjawab. Sayangnya, dia (Gotabaya) bertindak atas saran para ahli yang dipercayainya. Karena itu, dia tidak bisa disalahkan."

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]