Mantap, Tram Pertama Buatan Indonesia Bisa Tempuh 25 Km Sekali Isi Daya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT INKA (Persero) mulai melakukan pengujian prototipe Tram Baterai di jalur kereta api umum pada tanggal 9 hingga 10 November 2020.

Tram, atau kereta ringan, biasanya digunakan di kawasan perkotaan. Mengutip laman Instagram resmi PT INKA, Jumat (13/11/2020), uji coba dilakukan dengan perjalanan pulang pergi (PP) dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan.

Dengan prototipe yang digunakan sekarang, tram ini dapat menempuh perjalanan hingga 25 km dalam satu kali pengisian daya.

"Waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh sekitar 3 hingga 4 jam. Untuk sekali pengisian daya, prototipe Tram Baterai ini mampu menempuh perjalanan hingga 25 km," demikian dikutip Liputan6.com.

Adapun, pengujian ini dilakukan untuk menguji performansi Tram Baterai sebelum dilakukan produksi massal. Sesuai dengan namanya, Tram Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta.

Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan.

Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya Tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas.

Satu set prototipe Tram ini terdiri dari dua car, satu car dengan unit penggerak yang dilengkapi dengan baterai.

"Car lainnya adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang berdiri," jelas INKA.

Keren, Tram Pertama Buatan Indonesia Mulai Uji Coba

Tram Baterai (kereta ringan) buatan PT INKA (Persero) (dok: INKA)
Tram Baterai (kereta ringan) buatan PT INKA (Persero) (dok: INKA)

PT INKA (Persero) menjadi BUMN terdepan dalam memproduksi berbagai jenis kereta. Selain produk-produk yang kini sudah melintas di rel kereta api, baik di dalam negeri hingga luar negeri, INKA mengenalkan produk baru, yaitu kereta ringan atau yang disebut Tram.

Mengutip dari laman Instagram INKA, Jumat (13/11/2020), Perseroan sudah melakukan uji coba tram ini dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan (PP) pada 9-10 November 2020. Tak menggunakan diesel atau listrik, tram ini bergerak dengan menggunakan baterai.

Seperti diketahui, tram merupakan jenis kereta ringan yang biasa digunakan di jalur perkotaan. Tak sepanjang kereta api, tram biasanya terdiri dari dua rangkaian. Tram dikenal menjadi salah satu transportasi perkotaan modern.

"Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi Tram Baterai sebelum dilakukan produksi massal," tulis INKA di laman Instagramnya.

Sesuai dengan namanya, Tram Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan.

Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas.

Satu set prototipe tram ini terdiri dari dua car (rangkaian kereta), satu car dengan unit penggerak yang dilengkapi dengan baterai.

Car lainnya adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang berdiri.

"Waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh sekitar 3-4 jam. Untuk sekali pengisian daya, prototipe Tram Baterai ini mampu menempuh perjalanan hingga 25 km," jelas INKA.

Simak, Kecanggihan Tram Baterai Buatan INKA

Tram Baterai (kereta ringan) buatan PT INKA (Persero) (dok: INKA)
Tram Baterai (kereta ringan) buatan PT INKA (Persero) (dok: INKA)

PT INKA (Persero) kembali memperkenalkan produk terbarunya untuk jenis kereta. Tram, yang masuk dalam kategori kereta ringan, tengah dikembangkan perusahaan yang bermarkas di Madiun ini.

Baru-baru ini, tepatnya pada 9-10 November 2020, INKA melakukan uji coba tram ini dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan (PP).

"Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi Tram Baterai sebelum dilakukan produksi massal," tulis INKA di laman Instagramnya, dikutip Liputan6.com, Jumat (13/11/2020).

Lalu apa kecanggihan tram karya anak bangsa ini?

Sesuai dengan namanya, Tram Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan.

Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas.

Waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh sekitar 3-4 jam. Untuk sekali pengisian daya, prototipe Tram Baterai ini mampu menempuh perjalanan hingga 25 km.

Satu set prototipe tram INKA ini terdiri dari dua car (rangkaian kereta), satu car dengan unit penggerak yang dilengkapi dengan baterai. Car lainnya adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang berdiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: