Manusia Ingin Jadi Dewa di Mars

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Robot penjelajah Mars yang dibangun Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA), Perseverance, telah berhasil mendarat di sana. Penjelajah seukuran mobil itu baru saja memulai eksplorasi ilmiahnya di Planet Merah.

Bahkan dalam beberapa minggu ke depan, ia akan membantu membuka jalan bagi manusia masa depan untuk melakukan perjalanan ke dunia tetangga kita dengan instrumen kecil yang dikenal sebagai Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE).

MOXIE akan mengeluarkan oksigen berharga dari atmosfer beracun Mars. Alat itu sangat kecil, seukuran kotak roti dan berwarna emas. Teknologi itu tersimpan di dalam sasis Perseverance, di mana ia akan melakukan demonstrasi pertama soal in-situ resource utilization (ISRU).

Artinya alat itu akan menggunakan sumber daya lokal untuk eksplorasi daripada membawa semua bahan yang diperlukan dari Bumi, dilansir dari situs Live Science, Jumat, 19 Maret 2021.

NASA telah lama tertarik pada ISRU dan mengeluarkan seruan untuk eksperimen penghasil oksigen ketika Perseverance dibuat, menurut Eric Daniel Hinterman, seorang mahasiswa doktoral di Massachusetts Institute of Technology sekaligus anggota tim MOXIE.

Oksigen memang berguna bagi astronot untuk bernapas, tapi oksigen lebih dipentingkan sebagai propelan roket. Ketika dikombinasikan dengan hidrogen, oksigen terbakar dalam ledakan kuat yang digunakan untuk mengangkat banyak roket modern dari landasan peluncurannya.

Selain propelan, pesawat ruang angkasa yang membawa manusia ke Planet Merah juga membutuhkan 30.000-45.000 kilogram oksigen untuk kembali ke rumah, menurut NASA .

"Kita bisa mengirim oksigen itu dari Bumi ke Mars, tapi jika kita bisa membuatnya di permukaan, berpotensi menghemat banyak uang," kata Hinterman.

Setiap oksigen tambahan yang dihasilkan melalui teknologi ISRU dapat masuk ke sistem pendukung kehidupan untuk astronot saat berada di permukaan Mars.