Manusia Kedip 4,2 Juta Kali Per Tahun, Ini 10 Fakta Unik Mata Manusia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mata manusia adalah organ yang menakjubkan. Ukurannya hanya sekitar 1 inchi dan beratnya hanya sekitar 0,25 ons, tetapi dapat memberi jutaan informasi setiap detik yang membantu kehidupan sehari-hari.

Mata merupakan organ khusus yang mengambil informasi visual dan menyampaikannya ke otak. Mata dibangun dari tujuh bagian utama, yakni kornea, iris, pupil, lensa, retina, amkula dan saraf optik.

Mayoritas orang di dunia memiliki mata cokelat, tetapi mata manusia sebenarnya memiliki enam warna mata berbeda; biru, cokelat, kuning, abu-abu, hijau, dan merah.

Berikut ini adalah 10 fakta menarik mata manusia yang mungkin belum diketahui, seperti dilansir dari World Atlas, Selasa (24/08/2021):

1. Dibutuhkan 1/10 Detik Untuk Melihat Sesuatu

Ilustrasi Mengedipkan Mata Credit: unsplash.com/JC
Ilustrasi Mengedipkan Mata Credit: unsplash.com/JC

Mata manusia termasuk dalam tipe alami yang disebut mata tipe kamera. Mata dapat bekerja ketika kornea memfokuskan cahaya ke retina, yang merupakan membran peka cahaya. Proses itu terjadi dengan sangat cepat.

Menurut para peneliti di UC Berkeley, hanya membutuhkan sekitar sepersepuluh detik untuk melihat sesuatu. Pertama, mata akan melihat gambar, kemudian otak membutuhkan waktu untuk memberi tahu apa yang dilihat oleh mata.

Hebatnya, otak juga dapat membuat prediksi. Misalnya ketika orang melempar bola, orak secara otomatis memprediksi lintasan bola yang bergerak.

Hal tersebut karena otak tidak bekerja secara real time. Proses ini terjadi di otak, tepatnya di tengah korteks visual.

2. Dapat Melihat Sekitar 10 Juta Warna Berbeda

Ilustrasi Mata Sehat Credit: pexels.com/Pogo
Ilustrasi Mata Sehat Credit: pexels.com/Pogo

Spesies yang berbeda sebenarnya dapat melihat berbagai jenis cahaya. Spektrum yang terlihat oleh manusia berada di antara sinar ultraviolet dan lampu merah, dan para ilmuwan memperkirakan bahwa kita dapat melihat jauh lebih banyak daripada rata-rata pelangi.

Ketika cahaya mengenai balon merah, dia menyerap warna lain dan memantulkan warna merah. Cahaya ini memasuki mata melalui kornea, yang membelokkan cahaya ke pupil.

Kemudian pupil memutuskan seberapa banyak cahaya yang mengenai lensa mata, yang kemudian memfokuskan cahaya pada retina.

Batang dan kerucut di retina mengirim sinyal di sepanjang saraf optik ke otak, dengan informasi yang dikodekan mengenai apa yang baru saja lihat. Sehingga, otak menafsirkan informasi ini, memberi tahu bahwa ada balon merah.

3. Mata Memiliki Ukuran yang Sama Sepanjang Hidup

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

Organ tubuh manusia seperti telinga dan hidung akan terus tumbuh seiring pertumbuhan manusia. Ukuran hidung dan telinga tidak akan sama seperti saat lahir.

Hal ini dikarenakan karena hidung dan telinga terbuat dari tulang rawan yang terus membelah seiring bertambahnya usia. Sedangkan mata, akan selalu tetap berukuran sama, bahkan ketika mencapai usia dewasa.

4. Dapat Melakukan Operasi untuk Membirukan Mata

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

The Stroma Medical Clinic di California mengklaim dapat mengubah mata cokelat menjadi biru. Sementara ini, prosedur ini masih kontroversial dan sedang diuji keamanannya.

Ini melibatkan penggunaan laser untuk mengganggu lapisan tipis pigmen pada permukaan mata cokelat untuk mengubah warna mata menjadi mata biru. Membutuhkan biaya sekitar $5.000 USD atau Rp 71,9 juta.

5. Mata Merupakan Otot Tercepat Dalam Tubuh

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

Hanya membutuhkan waktu sekitar 100 hingga 150 milidetik untuk berkedip. Bayangkan saja, betapa cepatnya hingga kita dapat melihat sesuatu.

6. Iris Memiliki 256 Karakteristik Unik

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

Baru-baru ini, pemindaian retina menjadi populer sebagai cara untuk mengidentifikasi seseorang.

Sidik jari memiliki sekitar 40 karakteristik, tetapi iris mata sebenarnya memiliki 256 atribut unik.

7. Per Tahun Menghasilkan 4.200.000 Kedipan

Ilustrasi Kesehatan Mata Credit: pexels.com/Amanda
Ilustrasi Kesehatan Mata Credit: pexels.com/Amanda

Berkedip merupakan salah satu cara untuk melumasi dan melindungi mata dari hal-hal seperti debu di udara dan cahaya terang. Saat berkedip, mata terlapisi dengan campuran minyak dan sekresi lender tertentu.

Rata-rata orang berkedip sekitar 15 hingga 20 kali per menit, artinya kamu berkedip sekitar 10% dari seluruh jam bangun kamu.

8. Mata Seperti Kamera, Tapi Melihat dengan Otak

Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda
Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda

Mata mengambil gambar dan menyampaikannya ke otak. Namun, otaklah yang sebenarnya memberi tahu apa yang dilihat.

Mata bertindak seperti dua kamera di wajah kamu, mengambil gambar konstan yang diteruskan ke pikiran.

Ketika seseorang menjadi buta, terkadang otot dan fungsi mata itu sendiri berhenti bekerja, dan di lain waktu, seperti halnya dengan beberapa masalah neurologis seperti demensia, otaklah yang benar-benar berhenti melihat.

9. Mata Melihat Hal Terbalik

Ilustrasi Area Mata Credit: pexels.com/Manda
Ilustrasi Area Mata Credit: pexels.com/Manda

Faktanya, lensa di mata membuat gambar terbalik di retina. Otak tidak membalik gambar, tetapi menggunakan sesuatu yang disebut koreksi vestibular untuk memperbaikinya. Sehingga kamu tidak melihat dunia terbalik.

10. Buta Warna Saat Lahir

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

Ketika seseorang buta warna, mereka melihat hijau dan merah sebagai hal yang serupa, yang dapat mengakibatkan berbagai tingkat kebingungan warna.

Lebih banyak laki-laki daripada perempuan yang buta warna, tetapi kita semua buta warna saat lahir.

Bayi baru mulai mengembangkan penglihatan warna sekitar seminggu setelah mereka lahir. Pada saat mereka berusia enam bulan, mereka dapat melihat warna sebanyak orang dewasa.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel