Manusia Pertama di Kalbar Disuntik Vaksin China Ternyata Jenderal TNI

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Upaya pemerintah untuk meyakinkan masyarakat agar ikut mensukseskan program vaksinasi nasional dalam upaya pencegahan pandemi COVID-19 terus dilakukan.

Bahkan, di Kalimantan Barat, orang yang pertama kali mendapatkan suntikan vaksin Sinovac buatan China itu adalah seorang Perwira Tinggi TNI berpangkat Bintang Dua, dia adalah Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Ya, Pangdam Tanjungpura adalah manusia pertama di Kalimantan Barat yang mendapatkan dosis vaksin Sinovac. Baru setelah itu diikuti oleh Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol R. Sigit Tri Hardjanto, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, serta 11 orang pejabat tinggi di Provinsi Kalbar lainnya.

Dikutip VIVA Militer dari Dinas Penerangan Kodam XII/Tpr, sebelum menerima suntikan vaksin, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjalani pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, dan mendapatkan beberapa pertanyaan dari Tim Kesehatan COVID-19 tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Setelah selesai mendapat suntikan vaksin COVID-19, Pangdam Tanjungpura juga menerima kartu tanda vaksinasi. Kartu itu yang akan dibawa pada saat pemberian dosis vaksin kedua, 14 hari setelah pemberian dosis pertama.

Usai mendapatkan suntikan vaksinasi, Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad menyatakan, suntikan vaksinasi rasanya tidak sakit, tidak jauh beda dengan suntik yang lainnya.

Dan selama 30 menit selesai divaksin tidak ada tanda-tanda perubahan apapun. Dengan demikian Pangdam Tanjungpura menegaskan kepada masyarakat dan prajurit TNI agar tidak perlu takut dengan vaksinasi yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

"Saya kira hal ini menjadi harapan dari kita semua, bahwa masyarakat tidak perlu takut akan vaksinasi ini, dan yang paling penting kita juga harus mulai dari sekarang mengikuti program pemerintah bagi masyarakat yang sudah terdaftar supaya mengikuti program ini," kata Pangdam Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Kamis, 14 Januari 2021.

Lebih jauh Pangdam menyatakan, penggunaan vaksin Sinovac sudah mendapat persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diharapkan dengan program ini Kalbar menjadi daerah yang cepat terbebas dari COVID-19.

"Vaksin ini sudah direstui MUI jadi kalau ulama sudah menyebutkan itu boleh artinya kita juga boleh. Kemudian yang kedua BPOM juga sudah menyatakan sudah resmi boleh dilakukan vaksinasi. Jadi itu jelas pasti tidak ada kekhawatiran, itulah saya kira kita harus meyakini bahwa vaksin ini sangat baik untuk kita," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigit Tri Hardjanto sebagai orang kedua menerima suntikan vaksin mengatakan, bahwa vaksin Sinovac aman untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan bangsa Indonesia.

"Mari kita sukseskan untuk vaksinasi kepada masyarakat khususnya di wilayah Kalbar, yakin bahwa vaksin aman. Kemudian meskipun sudah divaksin tetap mempedomani dan mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker cuci, tangan dan menjaga jarak. Insyaallah kita segera terbebas dari pandemi Covid-19," kata Kapolda Kalbar.

Sedangkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, mereka yang sudah divaksin hari ini dua minggu kedepan akan mendapatkan vaksin kedua, yaitu pada tanggal 28 Januari 2021.

Menurut Sutarmidji, 14 orang yang ikut mendapatkan suntikan vaksin di Kalbar telah melewati screening yang cukup ketat sesuai dengan prosedur atau syarat penerimaan vaksin COVID-19.

"Jadi masyarakat jangan khawatir karena ada SOP-nya tidak sembarang orang, yang darah tinggi, yang sudah pernah kena bukan prioritas bukan tak boleh. Tapi tidak prioritas, yang usia 60 tahun keatas bukannya tidak boleh divaksin tapi sementara karena vaksinya terbatas belum divaksin. Jadi kita semua sudah siap besok Mempawah kubu Raya dan Pontianak bisa memulai juga. Kemudian yang lainnya Februari," kata Gubernur Kalbar.