Manusia Tertua di Dunia Tutup Usia, Nasihat-Nasihatnya Bikin Haru

Merdeka.com - Merdeka.com - Manusia tertua di dunia asal Prancis Lucile Randon meninggal di usia 118 tahun.

Randon yang dikenal sebagai Suster Andre lahir di selatan Prancis pada 11 Februari 1904, sekitar satu dasawarsa sebelum Perang Dunia Pertama meletus.

Juru bicara rumah jompo di Toulan David Tavella mengatakan, Randon meninggal dalam tidurnya.

"Ada kesedihan mendalam. Dia sudah punya keinginan menyusul kakak tercintanya. Bagi dia, ini adalah pembebasan," kata Tavella kepada kantor berita AFP, seperti dilansir laman Time of Israel, Rabu (18/1).

Suster Andre sebelumnya dikenal sebagai manusia Eropa tertua sebelum kematian Kane Tanaka asal Jepang yang berusia 119 tahun sebagai manusia tertua sejagat.

Guinnes World Records secara resmi mengakui status Andre pada April 2022.

Randon lahir di tahun yang sama ketika New York membuka stasiun kereta bawah tanah pertama dan ketika Tour de France baru digelar satu kali.

Andre tumbuh dalam keluarga protestan dan menjadi satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara yang tinggal di Kota Ales.

Salah satu momen yang paling dia ingat adalah ketika kedua kakaknya pulang dari Perang Dunia Pertama. Dia mengatakan itu dalam wawancara dengan AFP pada ulang tahunnya yang ke-116.

"Kejadian itu langka. Biasanya dalam keluarga ada dua orang yang mati (karena perang), bukannya dua yang hidup. Mereka berdua pulang," kata dia.

Andre pernah bekerja sebagai pengasuh di Paris dan masa itu menjadi masa paling bahagia dalam hidupnya. Dia menjadi pengasuh di sebuah keluarga kaya raya.

Kemudian Andre pindah agama menjadi Katolik dan dibaptis pada usia 26 tahun. Dia lalu bergabung dengan Ordo Putri Amal pada usia 41 tahun.

Andre kemudian ditugaskan di sebuah rumah sakit Vichy, tempat dia bekerja selama 31 tahun.

Selama di rumah jompo dia kerap menerima banyak surat dan hampir semua dia balas.

Pada 2021 dia selamat dari Covid-19 yang menjangkiti 81 penghuni jompo lainnya.

Andre mengatakan kepada wartawan tahun lalu, dengan bekerja untuk merawat orang lain membuat dia tetap gesit.

"Orang bilang bekerja itu bisa membunuh. Bagi saya, kerja itu membuat saya hidup. Saya tetap bekerja sampai usia 108 tahun," kata dia pada April tahun lalu.

"Orang harus saling mencintai sesama, bukan membenci. Jika kita saling berbagi semua itu, maka semuanya akan jauh lebih baik," kata dia. [pan]