Maradona Bicarakan Messi, Bikin Keruh Jelang Alaves Vs Barcelona

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Diego Maradona membuat keruh suasana jelang pertandingan LaLiga, Alaves vs Barcelona di Estadio Mendizorrotza, Minggu dini hari WIB 1 November 2020. Dia berkomentar mengenai Lionel Messi.

Dikatakan Maradona, juniornya di Timnas Argentina itu sudah merasa tidak nyaman. Messi ingin segera meninggalkan Barcelona, seperti yang sudah banyak dibicarakan publik.

Menurutnya, manajemen Barcelona telah memperlakukan Messi dengan tidak layak. Sebagai megabintang, seharusnya perlakukan seperti itu tidak dialami oleh pemain berjuluk La Pulga.

Memang akhirnya Messi memilih bertahan di Barcelona untuk musim ini. Tapi Maradona memprediksi, tim asal Catalan takkan jadi tempat terakhir bagi Messi mengakhiri karier dalam sepakbola.

"Saya tahu itu akan berakhir buruk, dan saya pikir Leo akan pergi. Hal yang sama pernah terjadi kepada saya. Barcelona bukan klub yang mudah dan Leo sudah ada di sana selama bertahun-tahun. Mereka tidak memperlakukan dia secara pantas," ujar Maradona, dikutip dari Sport.

Padahal selama membela Barcelona, Messi sudah memberikan segala kemampuannya. Banyak gelar juara yang diperoleh oleh Blaugrana, mulai dari lokal hingga regional.

"Leo memberi mereka segalanya. Dia membawa Barcelona ke puncak. Dia ingin ada sesuatu yang berubah, tapi mereka tidak," tutur Maradona.

Maradona mengatakan hal ini berdasarkan pengalaman. Dia pernah jadi bagian Barcelona pada 1982, tapi berselang dua tahun kemudian memilih hijrah ke Napoli. Tim yang dia bela selama tujuh tahun.

Kemunculan komentar Maradona ini jelas membuat banyak pendukung Barcelona khawatir. Terlebih dalam waktu belakangan ini, Messi kerap diisukan selalu kontra dengan keputusan klub.

Yang paling santer beredar adalah penolakannya terhadap kebijakan pemangkasan gaji pemain. Di tengah pandemi COVID-19, manajemen ingin melakukan efisiensi.

Lantas mereka ingin memangkas gaji skuad asuhan Ronald Koeman. Alasannya untuk menyelematkan tim dari jurang kebangkrutan yang menghantui mereka dalam beberapa bulan terakhir.