Marah hingga Tarik Masker Paspampres, Gibran: Yang Saya Jaga Wibawa Korban

Merdeka.com - Merdeka.com - Tindakan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang menarik masker Hari Misbah, anggota Paspampres yang sedang berbicara di depan media, Jumat kemarin menjadi sorotan. Tidak sedikit yang menilai sikap tersebut kurang pantas dilakukan oleh seorang pimpinan daerah.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Gibran pun berkilah. Apa yang dilakukannya tersebut hanya untuk melindungi warganya yang tidak bersalah.

"Yang saya jaga wibawanya korban wis jelas ceto, opo meneh, isih meh nyanggah (masih mau menyanggah). Cetho cetho diantemi isih dibela (jelas-jelas dipukul kok masih dibela)," ujar Gibran di sela peletakan batu pertama revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug, Sabtu (13/8).

Aksi lepas masker Paspampres yang dilakukan putra sulung Presiden Jokowi memang viral di berbagai media maupun media sisial. Tidak sedikit yang mengkritik sikap Gibran.

Pemilik akun Rudianto Ignatius @rudisarupa misalnya. Aksi Gibran dinilai kurang sopan. Ia pun mengingatkan Gibran agar menjaga wibawa tentara.

"Tapi caranya melepas masker Paspampres menurut saya kurang sopan Pak Wali. Marah boleh, tapi ingat mereka itu tentara loh, harus tetap dijaga wibawanya," tulis pemilik akun.

Gibran pun sempat menanggapi dan menjawab komentar akun tersebut. "Dia sudah memukuli warga saya," ucapnya.

Gibran bahkan menambahkan lagi komentar yang juga menjawab pertanyaan yang sama. "Maaf, justru wibawa korban yang harus saya jaga," katanya.

Disinggung terkait pernyataan Komandan Paspampres yang sudah meminta maaf dan berjanji memberikan sanksi, Gibran menyerahkan perkara tersebut kepada warga atau korban.

"Ya sudah, ya tergantung warganya. Sanksi itu urusan komandan. Saya tidak ada harapan apa-apa. Itu bukan tugas saya, tugasnya komandan. Enggak ada peringatan apa-apa, tugas saya melindungi warga saya," tutup Gibran. [cob]