Marak Kebocoran Data, Ini Tips Mudah Jaga Keamanan Data Pribadi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penyedia layanan keamanan informasi ITSEC Asia memberikan tanggapan mengenai kasus dugaan kebocoran data aplikasi eHAC.

Menurut ITSEC Asia, penting bagi seluruh pemilik dan pengembang aplikasi maupun website untuk memiliki standar tinggi keamanan data IT untuk menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Andri Hutama Putra, mengatakan pengguna akun eHAC perlu mengantisipasi potensi penyalahgunaan data pribadi.

"Akibat dari data pribadi yang tersebar, kita perlu waspada terhadap berbagai penyalahgunaan seperti penipuan melalui berbagai media seperti email, SMS, WhatsApp, dan telepon," kata Andri Hutama, dikutip dari keterangan resmi ITSEC Asia.

Lebih lanjut dia mengatakan, penjualan data untuk kepentingan marketing pun bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Begitu juga dengan berbagai penyalahgunaan data informasi untuk berbagai kepentingan yang beragam.

Ia pun membagikan beberapa tips mudah dalam menjaga keamanan data pribadi. Apa saja?

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Bijak dalam menerima informasi

Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay
Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Menurutnya, masyarakat perlu bijak dalam menerima informasi, tidak mudah meng-iya-kan informasi melalui telepon atau pesan yang masuk.

Menurut Andri, meski si penipu sudah memiliki dan mengetahui data korban, termasuk rekam medis dan kesehatan, tidak jadi jaminan hal tersebut bukan penipuan. Untuk itu ia meminta masyarakat untuk melakukan verifikasi.

2. Ganti password

Andri juga mengajak masyarakat untuk mengganti password email dan PIN untuk mengakses data dan aplikasi penting secara berkala, maksimal tiap tiga bulan.

3. Gunakan OTP/ 2FA

Andri mengajak masyarakat pengguna internet untuk menggunakan OTP (One Time Password) atau 2FA (Two Factor Authentication) guna memastikan agar akses ke layanan hanya dilakukan oleh pemilik akun.

4. Hati-hati dalam menggunakan email

Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna.  Kredit: Tayeb MEZAHDIA via Pixabay
Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna. Kredit: Tayeb MEZAHDIA via Pixabay

Masyarakat pengguna internet juga disarankan untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan email. Menurut Andri, jangan membuka email atau tautan (link) yang mencurigakan.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan email dengan bijak.

5. Uninstal

Andri mengajak masyarakat untuk menguninstal atau menghapus aplikasi yang tidak terpakai. Penting untuk menyeleksi aplikasi yang ada di smartphone atau perangkat pengguna dan menghapus jika ada aplikasi yang tidak dipakai.

Terutama menghapus aplikasi-aplikasi yang sudah tidak aktif atau tidak update.

6. Edukasi keluarga dan orang terdekat

Penting untuk mengedukasi keluarga, teman, atau orang-orang terdekat mengenai pentingnya menjaga data dan bijak dalam berukar informasi dengan pihak mana pun.

(Tin/Isk)

Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya

Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel