Marak Pelecehan di KRL, KAI Commuter Perketat Pengamanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Akhir-akhir ini, penumpang KAI Commuter khawatir maraknya pelecehan seksual. Terbaru, pada Sabtu (16/7), KAI Commuter mendapatkan laporan dugaan tindakan pelecehan seksual dari pengguna KRL lintas Stasiun Duri-Stasiun Jatinegara.

Menanggapi kasus tersebut, Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter Leza Arlan, menegaskan pihaknya akan menindak tegas pelaku pelecehan seksual dengan mengambil jalur hukum.

"KAI Commuter memastikan semakin aktif melawan tindakan pelecehan demi kenyamanan penumpang KRL. Selain mengetatkan pengamanan dan memproses pelaku secara hukum," kata Leza Arlan, dalam keterangan resmi, Senin (18/7).

Dia menyampaikan, bahwa KAI Commuter siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban pelecehan seksual hingga ke proses hukum. Selain itu, dia pun mengajak seluruh pengguna KRL untuk selalu waspada dan peduli atas situasi dan keadaan sekitar.

"KAI Commuter juga mengajak kepada seluruh pengguna KRL segera laporkan kepada petugas di dalam KRL maupun di area stasiun jika melihat tindakan yang melanggar hukum atau norma-norma agama," ungkapnya.

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, kata Leza Arlan, KAI Commuter mengimbau kepada seluruh penumpang yang mengetahui atau melihat adanya pelecehan seksual bisa langsung menghubungi layanan 24 jam Contact Center 021-121.

Pada Sabtu (16/7), KAI Commuter mendapatkan laporan dugaan tindakan pelecehan dari pengguna KRL lintas Stasiun Duri-Stasiun Jatinegara. Saat kejadian, pelapor tertidur pulas dalam KRL.

Pelaku turun di Stasiun Jatinegara setelah tindakannya diketahui oleh pengguna KRL lainnya. Atas laporan tersebut, petugas KAI Commuter segera melakukan pengecekan dan penelusuran pelaku di area stasiun. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel