Marak Pelecehan Perempuan di Angkot, Jupe Geram

INILAH.COM, Jakarta - Aktris sekaligus penyanyi Julia Rachmawati alias Jupe mengaku geram terhadap tindak kekerasan yang belakangan dialami kaum hawa di dalam angkot (kendaraan umum).

"Intinya masyarakat, terutama perempuan menolak dan menuntut secara hukum pelaku perkosaan maupun pernyataan yang menyalahkan korban perkosaan dengan alasan pakaian yang dikenakan. Masyarakat harus disadarkan bahwa perkosaan adalah bentuk penyerangan seksual pada warga dan tanggung jawab sepenuhnya ada pada pelaku bukan pada korban yang kebanyakan perempuan," ujar Jupe melalui telepon seluler, Minggu (18/9).

Jupe menambahkan, "Bagaimana pun perkosaan adalah kejahatan dan perempuan pakai baju apa pun, tetap itu bukanlah sebuah kejahatan. Adalah kewajiban negara untuk melindungi warga negara perempuan dari kejahatan seksual."
 
Apapun alasannya, Jupe berharap pemerintah memberikan perhatian lebih khususnya terhadap tindak pelecehan seksual perempuan. "Sederhananya, misalnya, kalau pencuri emas, jadi orang nggak boleh punya emas, begitu?" paparnya. [aba]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.