Marak Pencucian Uang Lewat Cryptocurrency

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Para penjahat yang menyimpan dananya dalam bentuk uang digital atau cryptocurrency cenderung mendapatkannya dari hasil pencucian uang (money laundering) melalui layanan online, demikian menurut sebuah laporan perusahaan investigasi Blockchain, Chainalysis.

Layanan yang dimaksud seperti portal pertukaran kripto berisiko tinggi atau memiliki reputasi rendah, platform judi online, layanan pencampuran mata uang kripto, dan layanan keuangan yang mendukung operasi mata uang kripto yang berkantor pusat di yurisdiksi berisiko tinggi.

Baca: Mastercard Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran

Aktivitas kriminal yang dipelajari dalam laporan itu termasuk alamat cryptocurrency yang terkait dengan penipuan online, serangan ransomware, pendanaan teroris, peretasan hingga transaksi yang terkait dengan materi pelecehan seksual terhadap anak.

Kemudian, dana yang terkait dengan pembayaran yang dilakukan di situs dark web, yang menawarkan layanan ilegal seperti obat-obatan terlarang, senjata ilegal, dan data pribadi yang dicuri.

Mengutip dari situs ZDNet, Rabu, 17 Februari 2021, Chainalysis juga melaporkan, dari 270 alamat Blockchain terdapat sekitar 55 persen cryptocurrency yang terkait dengan aktivitas kriminal.

Untuk memperluas investigasi, Chainalysis mengatakan bahwa 1.867 alamat menerima 75 persen dari semua dana cryptocurrency yang terkait secara kriminal di sepanjang 2020 di mana jumlahnya diperkirakan sekitar US$1,7 miliar.

"Tingkat konsentrasi pada tahun lalu lebih besar dari tahun 2019. Secara khusus, kami melihat bagian yang jauh lebih besar dari cryptocurrency ilegal yang menerima antara US$1 juta hingga US$100 juta," kata Chainalysis.

Menurut Chainalysis, meningkatnya konsentrasi alamat setoran yang menerima mata uang kripto ilegal mengartikan adanya peningkatan penjahat dunia maya pada sekelompok kecil broker OTC (over-the-counter) dan layanan lainnya yang spesialisasi dalam pencucian uang (money laundering).

Chainalysis percaya bahwa bidang pencucian uang terkait cryptocurrency sekarang berada dalam posisi rentan, di mana beberapa tindakan penegakan hukum terhadap operator cryptocurrency dapat melumpuhkan pergerakan dana gelap dari banyak kelompok kriminal.