Marak Pengkhianatan, Presiden Ukraina Pecat Tiga Kepala Keamanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemarin memecat tiga kepala kantor cabang intelijen (SBU). Sebelumnya Zelenskyy juga sudah memecat kepala intelijennya dengan alasan pengkhianatan.

Kepala intelijen di Kiev, Lviv dan Ternopol dipecat melalui dekrit presiden. Seorang kepala intelijen baru di Kiev sudah ditunjuk tapi dua orang lagi pengganti di Lviv dan Ternopol belum diungkap.

Dilansir laman Russia Today, Senin (15/8), sejak pertengahan Juli lalu Zelenskyy mulai getol menindak lembaga intelijen negara. Kala itu dia juga memberhentikan kepala intelijen Ivan Bakanov, wakilnya, dan empat kepala kantor cabang intelijen. Dia juga memecat jaksa Agung Irina Venediktova. Zelenskyy mengklaim serangkaian pemecatan ini adalah karena maraknya "pengkhianatan" di bawah kepemimpinan orang-orang yang dipecat itu.

Langkah Zelenskyy ini mendapat sorotan negatif dari pemerintah Amerika Serikat yang selama ini mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia. Menurut media AS, pejabat Gedung Putih secara pribadi mengatakan ada gelombang ketidakpercayaan di Whasington terhadap kepemimpinan Zelenskyy.

Bukan hal aneh bagi pejabat Ukraina meragukan kesetiaan warganya di tengah konflik dengan Rusia.

Gubernur Nikolaev Vitaly Kim menyiratkan dia akan melakukan penguncian di ibu kota wilayahnya untuk mencari orang-orang yang bersimpati pada Rusia. [pan]