Marak Polisi Tembak Polisi, Perlu Sanksi Khusus Bagi Pelanggar Penggunaan Senpi?

Merdeka.com - Merdeka.com - Nama institusi kepolisian dalam beberapa bulan terakhir tengah menjadi sorotan banyak pihak lantaran. Lantaran aksi tembak menembak melibatkan personel kepolisian.

Belum lagi usai kasus penembakan eks Kadiv Propam Ferdy Sambo terhadap ajudannya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J diungkap. Peristiwa polisi menembak rekannya terjadi di Lampung Tengah.

Terbaru Kepala SPKT Polsek Way Pengubuan Polres Lampung Tengah, Aipda RS, menembak mati petugas Bhabinkamtibmas Putra Lempuyang Polsek Way Pengubuan Polres Lampung Tengah atas nama Aipda AK (41).

Motif penembakan diawali rasa dendam pelaku pada korban yang selalu membuka aib atau keburukan tersangka kepada kawan-kawannya dan terdapat informasi di grup Whatsapp bahwa istri dari pelaku belum membayar uang arisan online.

Peristiwa ini sangat disayangkan. Polisi sebagai pengayom masyarakat justru tidak bisa mengontrol emosi saat berhadapan dengan rekannya.

"Senjata api digunakan untuk melindungi masyarakat. Bukan untuk menembak teman sendiri," tandas Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/9).

Dia sangat menyarankan untuk perilaku-perilaku aparat yang demikian diganjar dengan tindakan tegas. Berupa pemecatan.

Selain itu, ke depannya diperlukan pembenahan diri pada setiap personel utamanya dalam hal pengoperasian senjata yang mereka pegang. Jangan sampai malah dipakai di luar ketentuannya. Sebab dia melihat ada kesamaan dalam kasus Ferdy Sambo dan Aipda RS. Yakni dipicu rasa emosional.

"Artinya seluruh anggota Polri harus patuh terhadap aturan. Ada kode etik Polri yang mengatur. Ada Undang - Undang Polri yang mengatur. Tugasnya Polri jelas menjadi pelayan pelindung dan pengayom untuk masyarakat," tambahnya.

"Kalau dia patuh terhadap aturan, dia tidak sembarangan nembak kawan. Maka kita minta semua anggota polri harus patuh terhadap aturan," tutupnya. [lia]