Marc Klok dan 5 Transfer Kontroversial yang Terjadi Antara Persija dan Persib

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Duel Persib Bandung versus Persija Jakarta kerap berlangsung panas di dalam dan luar lapangan. Meski berstatus musuh bebuyutan, Persib dan Persija kerap melakukan transfer pemain.

Rivalitas kedua tim mulai terjadi pada era Liga Indonesia pada 2000-an. Persaingan itu dipicu gesekan antara kelompok suporter kedua tim, yakni Viking dan The Jakmania.

Sejak perseteruan antara kedua kelompok suporter itu, duel yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu berlangsung panas. Aroma gengsi kedua tim dan suporter bercampur menjadi satu.

Saking kentalnya rivalitas kedua tim, Persib dan Persija tidak pernah bisa merasa nyaman saat melakoni laga tandang. Skuad Maung Bandung dan Tim Macan Kemayoran kerap datang ke stadion menggunakan kendaraan lapis baja.

Kebijakan itu diambil untuk meminimalisir teror maupun aksi anarkis oknum kelompok suporter. Menariknya, rivalitas Persib dan Persija juga merembet ke urusan transfer pemain.

Pemain Persib dilarang pindah Persija, begitu juga sebaliknya. Meskipun, sejarah mencatat, banyak pemain yang memutuskan berganti kostum di antara kedua tim. Teranyar adalah Marc Klok yang hengkang dari Persija Jakarta dan bergabung ke Persib Bandung pada 30 Juni 2021.

Pemain berusia 28 tahun ini diikat kontrak dengan durasi empat tahun. Perpindahan Marc Klok ke Persib sempat trending di media sosial. Bahkan, dia menjadi sasaran makian The Jakmania.

Selain Marc Klok perpindahan pemain dari Persija Jakarta ke Persib Bandung dan sebaliknya juga sering terjadi. Bola.com merangkum lima transfer kontroversial yang terjadi antara kedua tim.

Aliyudin

Aliyudin bakal mengabdi di klub kota kelahirannya, Bogor.
Aliyudin bakal mengabdi di klub kota kelahirannya, Bogor.

Striker berpostur mungil ini merupakan salah satu pemain idola di Persija Jakarta. Kecepatan dan permainan tak kenal lelah pemain kelahiran Bogor, Jawa Barat, ini membuat suporter fanatik Persija, The Jakmania jatuh cinta.

Aliyudin bermain selama 4 musim (2007-2011) bersama tim Ibu Kota. Mantan striker Timnas Indonesia itu juga dieluk-elukan suporter berkat kerja sama apik bersama Bambang Pamungkas dan Greg Nwokolo.

Kala itu, trio lini depan Macan Kemayoran yang kerap disebut trio ABG selalu memberikan teror bagi lini pertahanan lawan. Kerja sama ketiganya berjalan positif walau tak sampai berujung gelar untuk Persija.

Selama berkostum Persija, Aliyudin yang mencuat namanya saat memperkuat Persikota Tangerang, mencetak 35 gol. Jumlah gol itu ia torehkan dari 86 penampilan.

Jadi idola di Persija, Aliyudin membuat keputusan mengejutkan saat memutuskan hengkang ke Persib Bandung pada 2011. Ia masuk dalam gerbong pemain Persija yang hengkang ke tim asal Bandung.

Sayangnya, Aliyudin gagal memperlihatkan penampilan terbaik seperti di Persija. Bersama Persib, ia hanya mencetak 2 gol dari 27 penampilan.

Imran Nahumarury

Mantan pesepak bola Persija, Imran Nahumarury memandangi Stadion Lebak Bulus sesaat sebelum dibongkar, Sabtu (25/7/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Mantan pesepak bola Persija, Imran Nahumarury memandangi Stadion Lebak Bulus sesaat sebelum dibongkar, Sabtu (25/7/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain jebolan timnas Baretti ini bergabung dengan Persija Jakarta pada 2000. Pada 2001, pria asal Tulehu, Maluku, tersebut berhasil memberikan gelar juara Liga Indonesia bagi Macan Kemayoran.

Dia mencetak satu gol saat mengalahkan PSM Makassar 3-2 dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kesuksesan memberikan gelar untuk Persija itu pula yang membuat nama Imran dieluk-elukan The Jakmania.

Seusai membawa Persija juara, Imran membela klub ibu kota hingga 2003. Setelah itu, ia mengambil keputusan mengejutkan dengan menerima pinangan Persib yang kala itu ditukangi pelatih asing, Juan Antonio Paez.

Pemain yang mengemas 18 caps bersama Timnas Indonesia itu memutuskan hengkang ke Maung Bandung yang sedang membangun tim untuk menatap Liga Indonesia X.

Namun, karier pemain yang mengawali karier bersama PSB Bogor ini tidak berjalan mulus di Persib. Ia hanya bermain selama satu musim hingga akhirnya memutuskan hengkang ke Persita Tangerang.

Salim Alaydrus

Mantan pemain Persib, Salim Alaydrus. (Bola.com/Erwin Snaz)
Mantan pemain Persib, Salim Alaydrus. (Bola.com/Erwin Snaz)

Pemain yang semasa aktif bermain sebagai gelandang ini memperkuat Persib Bandung selama tiga musim (2006-2009). Namun, pemain kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, itu membuat kejutan dengan hengkang ke tim ibu kota, Persija Jakarta, saat menyambut Liga Super Indonesia musim 2009-2010.

Salim memutuskan hijrah ke tim yang identik dengan warna oranye karena masalah tunggakan gaji yang dilakukan manajemen Maung Bandung. Masalah itu pula yang membuat dirinya sempat mengadukan persoalan tersebut ke operator kompetisi, Liga Indonesia.

Salim juga pernah mendapatkan kecaman dari fans Persib, bobotoh. Sebabnya, ia berfoto bersama The Jakmania yang membawa kaus yang 'menyerang' Persib di dunia maya.

Selain itu, pemain yang memulai karier junior bersama Persika Karawang ini juga pernah dilaporkan ke pihak kepolisian bersama dua pemain Persija, Ronny Tri Prasnanto dan Leonard Tupamahu karena diduga mengeroyok 3 orang bobotoh yang menyaksikan laga uji coba Persija kontra PS Angkatan Darat tahun 2010.

Salim menyangkal terlibat dalam pengeroyokan terhadap ketiga bobotoh yang pernah memberikan dukungan untuknya itu kala masih memperkuat Persib.

Charis Yulianto

Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pemain kelahiran Blitar, Jawa Timur ini memang hanya satu musim memperkuat Persija Jakarta. Meski begitu, Charis cepat jadi pujaan The Jakmania karena konsistensi penampilannya di lini belakang tim ibu kota.

Bersama Hamka Hamzah dan Aris Indarto, Charis merupakan jaminan ketangguhan lini belakang Persija. Berkat andilnya pula, Persija yang kala itu diarsiteki Arcan Iurie berhasil lolos ke final Divisi Utama Liga Indonesia dan final Piala Indonesia.

Apesnya, salah satu pemain belakang yang pernah berkostum Timnas Indonesia itu tidak mampu mempersembahkan gelar untuk The Jakmania. Charis yang bermain dalam dua laga final tersebut harus menerima kenyataan hanya menjadi runner-up.

Seusai takluk 2-3 dari Persipura Jayapura pada final Divisi Utama, Persija kembali keok saat bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kali ini, Arema Malang yang diarsiteki Benny Dollo membuat para pemain Persija tertunduk lantaran takluk dengan skor tipis 3-4.

Setelah petualangan singkat bersama Persija, Charis memilih Persib sebagai destinasi berikutnya. Bersama klub asal Bandung itu, penampilan Charis tak sebaik ketika bersama Persija. Malah, ia hampir saja gagal menyelamatkan Maung Bandung dari jeratan degaradasi.

Arcan Iurie

Arcan Iurie saat masih melatih PBFC. Arcan saat ini tertarik membesut Persepam MU. (Bola.com/Robby Firly)
Arcan Iurie saat masih melatih PBFC. Arcan saat ini tertarik membesut Persepam MU. (Bola.com/Robby Firly)

Pelatih asal Moldova ini pertama kali berkarier sebagai pelatih di Indonesia kala menukangi Persija Jakarta pada 2005. Karier kepelatihannya bersama klub ibu kota itu juga terbilang sukses.

Meski tak mempersembahkan satu pun gelar juara, Arcan Iurie berhasil membawa Persija ke final Divisi Utama Liga Indonesia dan Piala Indonesia 2005. Sayang, ia harus puas hanya menjadi runner-up.

Pada final Divisi Utama, Persija takluk 2-3 dari Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 September 2005. Kejadian yang sama terulang saat tim yang dipimpin sang kapten, Aris Indarto takluk 3-4 dari Arema Malang di stadion yang sama.

Satu musim setelah berhasil membawa Persija menjadi tim yang kembali disegani, Arcan Iurie memutuskan menerima pinangan Persib Bandung pada 2007.

Hanya saja, karier pelatih yang juga pernah menukangi Persebaya Surabaya di tim yang kala itu bermarkas di Stadion Siliwangi tidak berjalan mulus. Arcan Iurie hanya bertahan sampai pertengahan putaran kedua hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri.

Posisi yang ditinggalkan Arcan Iurie kemudian ditempati oleh dua pelatih lokal, Robby Darwis dan Djajang Nurdjaman. Nama terakhir sukses memberikan gelar juara ISL 2014 untuk Maung Bandung.

Sumber: Berbagai sumber

Yuk Tengok Posisi Klub Favorit Kamu di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel