Marcell ungkap kisah di balik lagu "Give Me Back My Broken Heart"

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 2 menit

Penyanyi Marcell kembali mengeluarkan lagu baru, kali ini berjudul "Give Me Back My Broken Heart" yang diciptakan musisi jazz asal Uruguay, Jose Reinoso dan Patrick Knowles.

Kolaborasi antar negara ini berawal dari ketertarikan Jose pada suara Marcell saat dia mendengar lagu "Adventure of a Lifetime", yang menjadi bagian dari album "This Is Not Jazz" pada tahun 2018.

"Saat itu Jose saya via direct message Instagram. Saat itu Jose tanpa sengaja mendengarkan lagu dalam album saya 'This is Not Jazz', judulnya 'Adventure of a Lifetime'. Dia lalu terpikir lagu yang dia gubah bersama Patrick," ujar Marcell dalam konferensi pers virtual, Jumat malam.

Marcell mengatakan, masih menggunakan platform Instagram mereka lalu berbincang dari sekedar berkenalan hingga akhirnya membicarakan proyek lagu.

"Saya merasa terhormat, enggak menyangka akan diapresiasi seperti itu dari belahan dunia lain. Ngobrol-ngobrol dengan manajemen jalanlah proyek, dimulai Agustus lalu dengan segala keterbatasan, up and down, kami selesaikan proyek ini," kata dia.

Hal ini diamini Jose dan Patrick. Jose yang sempat berpikir Marcell berasal dari Prancis mengakui suara unik dan merdu sang pelatun "Semusim" itu.

"Juli lalu saya dengarkan Marcell pertama kali di Spotify. Saya bilang ke istri, ada penyanyi luar biasa dari Prancis. Saya dengarkan lagunya, cari di internet Soal Marcell. Ternyata dia bukan orang Prancis. Saya coba temukan lebih banyak lagunya yang berbahasa Inggris," kata Jose.

"Dia artis fantastis, sosok yang baik, punya potensi luar biasa dan suara luar biasa. Dia unik," sambung dia.

Lagu "Give Me Back My Broken Heart" yang penciptaannya dilakukan di Argentina dan Colombia, sera direkam suaranya di Indonesia ini bercerita tentang seorang pria yang sedang patah hati dan dikemas dengan nuansa jazz pop romantic ballad juga dengan sentuhan classic jazz dan RnB.

"Lirik lagu ini terinpirasi dari ketika saya membaca 'The Sanest Man In The Room' sebuah buku karya Don Black, lirikus ternama di industri musik Amerika sana. Isi buku tersebut sangat relate dengan lirik lagu ini karena kami ingin orang-orang kembali menikmati standar-tinggi dari sebuah lirik sebuah lagu," tutur Patrick yang sudah menciptakan lirik lagu ini 10 tahun lalu itu.

Marcell mengatakan, lagu ini terasa berbeda dari sisi vibe dengan image dirinya yang biasa. Namun, dia berusaha beradaptasi. Dia berharap nantinya bisa berduet dengan Jose dalam sebuah kesempatan.

Baca juga: Marcell bawa "kehangatan tengah malam" untuk Java Jazz 2020

Baca juga: Sic Mynded bangkit dari tidur panjang dengan lagu baru "Peace Within"

Baca juga: Marcell Siahaan "ngabodor" di Jatiluhur Jazz Festival 2019