Marco Motta: Ini Periode Gila, tapi Kesehatan Lebih Penting daripada Sepak Bola

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Marco Motta mulai gelisah dengan pandemi COVID-19 di Indonesia. Dia bahkan tidak sungkan untuk menganggap situasi saat ini sebagai "periode yang gila." Namun, bek Persija Jakarta itu mencoba berpikir positif. Baginya, kesehatan tetap yang utama.

Gelombang pandemi COVID-19 kedua menghujam Indonesia. Kasus COVID-19 melonjak drastis. Akibatnya, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa hingga Bali selama 3-20 Juli 2021 untuk menekan laju penyebaran virus.

Buntut PPKM Darurat, kick-off Liga 1 musim ini harus diundur. Tidak tanggung-tanggung, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menundanya sebulan lebih hingga akhir Agustus 2021. Satu per satu klub juga tidak dapat beraktivitas. Latihan lalu diliburkan.

Ketika memberikan prediksinya untuk partai Timnas Italia melawan Timnas Spanyol kepada Bola.com pada 6 Juli 2021, Marco Motta berharap dapat melupakan sejenak "periode gila dan masa sulit" di Indonesia dengan menonton pertandingan babak semifinal Euro 2020 tersebut.

"Saya mengatakan periode gila bukan hanya tentang sepak bola. Ini tentang satu negara. Sekitar atau lebih dari 270 juta orang dan tentang satu situasi yang belum berakhir saat ini," kata Marco Motta kepada Bola.com, beberapa waktu lalu.

Pandemi COVID-19 pula yang bikin Motta belum bisa banyak beraksi dengan Persija. Dia baru bermain dua kali ketika kompetisi musim lalu dihentikan akibat wabah ini. Motta sempat pulang ke Italia sebelum kembali ke ibu kota untuk bermain di Piala Menpora pada Maret-April 2021.

Kesehatan Lebih Penting

Striker Persija Jakarta, Taufik Hidayat (bawah) melakukan selebrasi bersama Marco Motta usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga leg pertama final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Persija menang 2-0. (Bola
Striker Persija Jakarta, Taufik Hidayat (bawah) melakukan selebrasi bersama Marco Motta usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga leg pertama final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Persija menang 2-0. (Bola

Dampak dari PPKM Darurat, Persija menyetop total kegiatan timnya secara kolektif. Para pemain dirumahkan untuk berlatih secara mandiri. Motta mengaku sudah sangat gatal ingin kembali berlatih, bahkan bermain, tapi sadar bahwa situasinya belum memungkinkan.

"Tentu saja, setelah ini, hidup saya adalah sepak bola dan saya sangat ingin berlatih. Saya sangat ingin bermain sepak bola. Saya benar-benar ingin bermain dalam pertandingan dan ingin memberikan yang terbaik," tutur Marco Motta.

"Saya juga ingin penggemar dapat menikmati sepak bola. Ini pasti. Tapi saya ulangi, ada sesuatu yang lebih penting dari sepak bola yaitu kesehatan dan keamanan orang-orang," jelas pemain asal Italia itu.

Nyaris Pergi dari Persija

Sepanjang pertandingan, bek kanan ini tampil tenang dan disiplin dalam mengawal lini pertahanan skuat Macan Kemayoran. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Sepanjang pertandingan, bek kanan ini tampil tenang dan disiplin dalam mengawal lini pertahanan skuat Macan Kemayoran. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mantan bek Juventus dan AS Roma itu bercerita punya kesempatan untuk keluar dari Persija. Meski begitu, Marco Motta tidak mengambil sikap tersebut untuk menghargai para penggemar.

"Saya punya peluang untuk pergi. Tapi, saya memutuskan untuk tetap di sini karena saya senang berada di Persija Jakarta," kata Motta dinukil dari laman klub.

"Tidak pas rasanya bagi penggemar dan orang-orang di Persija jika saat ini saya memutuskan pergi karena mereka telah menunjukkan kepercayaan dan dukungan," terangnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel