Mari Pangestu: Bentuk Tim Kerja Daerah KP3EI

Kupang (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengatakan, hasil yang diharapkan dari rapat kerja Tim Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) adalah pembentukan tim kerja daerah yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi.

Tim ini selain beranggotakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain sesuai dengan kebutuhan seperti Dinas Pariwisata, Pertanian, Peternakan dan Perhubungan, kata Pangestu di Kupang, Selasa terkait hasil yang diharapkan dari rapat kerja Tim Kerja Tim KP3EI.

Pangestu yang adalah Ketua Tim Kerja Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara, mengatakan hal itu kepada wartawan usai memimpin rapat kerja Tim KP3EI, di Kupang.

Mengenai tugas tim kerja daerah dia mengatakan, tugas tim adalah melakukan inventarisasi dan mengidentifikasi permasalahan di daerah terkait `list of projeck` seperti ketersediaan lahan, tata guna lahan, peraturan pusat/daerah dan lainnya.

Identifikasi ini dilakukan dan jika ada permasalahan segera dikoordinasikan untuk diselesaikan secepatnya agar tidak menghambat implementasi proyek di lapangan.

Selain itu kerja tim daerah lainnya adalah mengetahui kebutuhan daerah akan konektivitas, regulasi serta Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, kata Mari Pangestu sebelum terbang ke Nusa Tenggara Barat untuk membahas masalah yang sama.

Tugas lain adalah berkoordinasi degan Sekretariat Pendukung KP3EI Koridor V wilayah Bali-Nusa Tenggara yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk menyusun masterlist MP3EI yaitu daftar utama kegiatan yang menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi utama dengan sektor ekonomi pendukung, kata Pangestu.

Rp25 triliun


Dalam kaitan dengan program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk 36 paket proyek yang meliputi antara lain rehabilitasi Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Nusa Lontar Kupang, pembangunan peternakan, perikanan, pariwisata dan infrastruktur di provinsi kepulauan itu.

NTT termasuk Nusa Tenggara Barat dan Bali ditetapkan ke dalam koridor lima percepatan dan perluasan ekonomi yakni sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional.

"Ini terobosan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi di daerah, disparitas antarwilayah meningkat, dan indeks pembangunan manusia membaik," katanya.

Menurut dia, percepatan dan pembangunan ekonomi tersebut memiliki tiga strategi utama yakni pengembangan potensi melalui koridor ekonomi, memperkuat kreativitas nasional, dan mempercepat kemampuan sumber daya manusia dan iptek.

Proyek ini menurut Dia, sudah memikirkan konektivitas secara nasional," kata Mari Elka Pangestu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...