Mariah Carey Digugat Kakak Kandung Senilai Rp 17,5 Miliar

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Los Angeles - Akhir September lalu, Mariah Carey meluncurkan memoir yang berisi pengakuan blak-blakan terkait kehidupannya. Tak hanya yang manis-manis, masa lalu penuh kepahitan pun ia tuangkan, termasuk soal pengalaman kelam yang melibatkan keluarganya.

Salah satu orang yang disebut dalam buku bertajuk The Meaning of Mariah itu adalah sang kakak, Alison Carey. Ia rupanya tak terima dengan penggambaran dirinya dalam memoir ini. Dilansir dari E! News, Rabu (3/3/2021) sang kakak melayangkan gugatan kepada adiknya sebesar US$ 1,25 juta.

Bila dikonversikan dalam kurs saat artikel ini ditulis, angkanya tak kurang dari Rp 17,5 miliar.

Merasa Dipermalukan

Penyanyi Mariah Carey saat membuat cetakan kakinya di TCL Chinese Theatre di Los Angeles, AS (1/11). Penyanyi 47 tahun ini mendapat penghargaan membuat cetakan tangan dan kaki di TCL Chinese Theatre. (Photo by Jordan Strauss/Invision/AP)
Penyanyi Mariah Carey saat membuat cetakan kakinya di TCL Chinese Theatre di Los Angeles, AS (1/11). Penyanyi 47 tahun ini mendapat penghargaan membuat cetakan tangan dan kaki di TCL Chinese Theatre. (Photo by Jordan Strauss/Invision/AP)

Dalam dokumen yang didapatkan E! News, dalam gugatannya Alison menuding sang pelantun "Through the Rain" telah dengan sengaja membuat dirinya merasakan tekanan emosional dan mempermalukannya di depan publik.

Alison mengaku mendapatkan "kekerasan yang mengerikan" saat Mariah mempublikasikan soal hubungan mereka yang renggang.

Depresi dan PTSD

Mariah Carey saat menghadiri American Music Awards 2018, 9 Oktober 2018, di Los Angeles, California. (VALERIE MACON / AFP/Asnida Riani)
Mariah Carey saat menghadiri American Music Awards 2018, 9 Oktober 2018, di Los Angeles, California. (VALERIE MACON / AFP/Asnida Riani)

Dalam gugatan yang didaftarkan ke pengadilan pada 1 Februari tersebut, sang kakak juga mengklaim bahwa dirinya telah didiagnosis menderita gangguan stres pasca-trauma, kepanikan, dan depresi.

Sumber dari gangguan mental ini, ia mengklaim, adalah bab bertajuk "Dandelion Tea" dalam memoir Mariah. Isinya adalah insiden saat Alison berusia 20 tahun dan Mariah 12 tahun.

Dijual ke Muncikari

Konser Mariah Carey (Bambang E. Ros/Fimela.com)
Konser Mariah Carey (Bambang E. Ros/Fimela.com)

Di dalamnya, Mariah mengaku dibius sang kakak dan pernah hampir dijual.

"Saat aku berusia 12 tahun, kakakku membiusku dengan Valium, menawariku kokain seukuran kuku kelingking penuh, memberikan luka bakar tingkat tiga, serta mencoba menjualku kepada seorang muncikari," begitu petikan pengakuan Mariah Carey dalam buku yang ikut ditulis Michaela Angela Davis.

Kejam dan Keterlaluan

Dalam buku tersebut, Mariah menyebut Alison dan sang abang, Morgan Carey, sebagai "mantan kakak." Ia juga mengaku telah putus kontak dengan saudara-saudaranya.

Alison sendiri membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya dalam buku ini, dan menyebutnya sebagai tudingan yang "kejam dan keterlaluan."