Marilyn Manson Didepak dari Label dan Agensi Terkait Kasus Pelecehan

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Penyanyi eksentrik, Marilyn Manson baru saja dilaporkan mantan kekasihnya, Evan Rachel Wood atas dugaan pelecehan seksual. Imbas dari kasus ini, karier sang musikus terancam tamat.

Indikasinya cukup kuat, lantaran CAA selaku agensi dunia hiburan ternama mengakhiri kerja samanya dengan Manson. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh The Hollywood Reporter pada Selasa, 2 Februari 2021 kemarin.

Kolaborasi yang telah berlangsung 20 tahun itu pun berakhir begitu saja, Padahal secara angka, hasil penjualan tiket Marilyn Manson bersama Rob Zombie, Alice Cooper, Smashing Pumpkins dan Slayer termasuk salah satu yang tertinggi, mencapai 300.000 hingga 400.000 USD, atau setara dengan 4,2 sampai 5,6 miliar rupiah.

Tindakan Label

Marilyn Manson (Sumber: Instagram/ marilynmanson)
Marilyn Manson (Sumber: Instagram/ marilynmanson)

Sebelumnya, label musik Loma Vista Recordings sudah terlebih dulu mengambil tindakan. Mereka memutuskan untuk tidak mempromosikan karya musik terbaru dan yang akan datang dari Marilyn Manson.

"Menindaklanjuti dugaan Evan Rachel Wood dan keempat perempuan lain yang menyebut Marilyn Manson sebagai pelaku pelecehan, Loma Vista akan berhenti mempromosikan album barunya, mulai dari detik ini. Dengan perkembangan kasus di tahap ini, kami juga memutuskan tak lagi bekerja sama dengan Marilyn Manson di project-project mendatang," kata perwakilan label dilansir dari Billboard (3/2).

Manson Bereaksi

Marilyn Manson. (Richard Shotwell/Invision/AP, File)
Marilyn Manson. (Richard Shotwell/Invision/AP, File)

Tak lama setelah namanya jadi perbincangan publik, Marilyn Manson angkat bicara di media sosial. Ia berdalih, kasus yang ramai dibahas merupakan konsensus yang ia jalin bersama pasangan.

"Semua tahu, karya seni dan kehidupanku tak jauh dari kontroversi, tapi tuduhan terhadapku baru-baru ini sangat buruk dan tidak sesuai kenyataan. Hubunganku yang intim dilakukan dengan kesadaran dari partnerku. Terlepas dari bagaimana mereka salah mengartikannya, ini kenyataannya," tulisnya.

Penyanyi asal Amerika Serikat ini pun masih akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, bukan tak mungkin kariernya selama beberapa dekade akan lenyap sebagai imbas atas kasus tersebut.

Simak juga video menarik berikut: