Marini Sebut Portimao Istimewa Sekaligus Menantang

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Dari sisi perhitungan poin, mereka masih bisa mencuri puncak klasemen sementara dari Enea Bastianini yang meraup 194 angka. Antara rider Italtrans Racing Team dengan Marini terpaut 18 poin, sedangkan selisih nilai Bezzecchi 23.

Marinovich bisa juara jika memenuhi salah satu dari dua syarat, yakni menjejak podium tertinggi ketika Bastianini finis maksimal di peringkat kesembilan atau jadi runner-up sedangkan kompatriotnya mentok di urutan ke-15.

Namun untuk bisa membawa trofi juara ke markas Sky Racing Team tidak mudah. Adik Valentino Rossi itu sudah pernah menjajal lintasan Portimao, hanya saja tidak menunggangi motornya sekarang. Hal ini akan membuat persaingan di trek makin seru.

“Kami menunggu akhir pekan yang menentukan. Kami belum pernah berlomba di sini, di Portugal, dengan tipe motor ini. Trek yang istimewa dan menantang,” ucapnya dikutip dari Corriere dello Sport.

Baca Juga:

Skenario Bastianini Segel Juara Moto2 2020 Rossi Gembira Marini Promosi ke MotoGP

“Saya beruntung pernah pernah melaju di sini saat CEV Moto2, pada 2015, 2016 tapi sepertinya akan berbeda dengan Kalex. Kami tiba dari posisi bagus di Valencia dan kami akan turun ke lintasan untuk memberikan yang terbaik di putaran final musim ini.”

Rider berjuluk, Marinovich, ingin meninggalkan jejak positif di tahun terakhirnya berkiprah para level kedua. Pasalnya, musim depan, ia dipromosikan ke MotoGP dengan Esponsorama Racing.

Keinginan untuk menang juga diungkapkan Bezzecchi. Juara Moto2 Eropa itu wajib finis terdepan sedangkan Bastianini maksimal meraih satu poin.

“Kami datang dari dua akhir pekan yang rumit, tapi di mana kami menuai hasil bagus di antaranya kemenangan di balapan pertama (Moto2 Eropa),” ucapnya.

“Kami akan lanjut bekerja dengan konsentrasi serupa dan komitmen juga di sini di Portimao, lintasan di mana kami hanya punya sedikit referensi. Tapi saya pernah melaju di sini ketika saya masih di CEV dengan Mahindra.”