Marinir Dikeroyok, Ganjar Ketemu Megawati hingga Survei Puspoll

·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita tentang penyebab anggota TNI AL Pratu Marinir Jehezkial Yusuf Sakan (28) dikeroyok di Terminal Bus jadi yang terpopuler di kalangan pembaca VIVA kanal news sepanjang Senin, 24 Mei 2021. Setidaknya empat orang dari puluhan yang diduga pelaku dicokok polisi usai kejadian tersebut.

Kejadian itu berawal saat korban lewat di sekitar pintu keluar Terminal Bus Purabaya Bungurasih, Madaeng, Waru. Kemudian korban diteriaki maling oleh salah satu pelaku. Spontan, para pelaku lainnya mengeroyok korban hingga tak berdaya.

Di samping itu, berita terpopuler kedua adalah tentang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidak diundang saat acara Hut PDIP ke 48 di kantor PDIP Jateng pada Sabtu 22 Mei 2021. Saat acara itu berlangsung, justru Ganjar malah bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta.

Selanjutnya, berita yang juga jadi magnet pembaca adalah PDIP yang menyentil Ganjar Pranowo berambisi menjadi capres. Hal itu pun dikomentari oleh pengamat politik Ujang Komaruddin bahwa Ganjar sedang dikerjai oleh elite-elite PDIP.

Sementara itu, kabar yang menyedot perhatian lainnya adalah tentang Survei Puspoll yang menyatakan PDIP Partai yang paling bersih dari korupsi. Dan, posisi kelima adalah berita tentang tokoh alternatif untuk capres 2024 yang diperkirakan PPP.

Berikut daftar berita terpopuler di kanal news sepanjang Senin 24 mei 2021 yang dirangkum dalam round up:

1. Penyebab Pratu Marinir Jehezkial Dikeroyok Preman Terminal Sidoarjo

Sebanyak empat orang pemuda dicokok polisi buntut mengeroyok Pratu Marinir Jehezkial Yusuf Sakan (28). Akibat hal ini, korban ditemukan warga terkapar penuh luka di Pintu Keluar Terminal Bus Purabaya Bungurasih, Medaeng, Waru, Minggu 23 Mei 2021 sekitar pukul 03.30 WIB.

Meski begitu, masih ada beberapa pemuda yang diburu. Pasalnya, bukan cuma empat orang yang mengeroyok korban. Diduga, ada puluhan pemuda. Para pemuda ini memang kerap meresahkan menurut warga sekitar.

Baca selengkapnya di sini

2. Tak Diundang Puan, Ganjar Ternyata Ketemu Megawati di Jakarta

Aktifnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di media sosial membuat gerah PDIP Jawa Tengah. Kegiatannya yang kerap diunggah di medsos bahkan dituding ketua PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto sebagai ambisi Ganjar pada jabatan presiden 2024. Hal itu dinilai langkah yang tidak tegak lurus dengan perintah Ketua Umum PDIP Megawati.

Panasnya hubungan Ganjar dengan PDIP semakin kentara saat Ganjar tidak hadir pada sebuah acara memperingati HUT PDIP ke 48 di Kantor PDIP Jateng Panti Marhaen Semarang, Sabtu 22 Mei 2021. Ketua PDIP Jateng secara terang-terangan mengakui bahwa Ganjar memang tidak diundang.

Baca selengkapnya di sini

3. PDIP Sentil Ganjar Berambisi Nyapres, Pengamat: Ada Putri Mahkota

Dinamika internal PDI Perjuangan menuju agenda politik Pilpres 2024 disorot. Teguran keras PDIP yang disuarakan Ketua Bappilu DPP Bambang Wuryanto ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantaran dicap terlalu berambisi nyapres.

Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai dinamika PDIP sebagai gambaran politik yang biasa. Namun, ia menganalisis bahwa dengan sentilan keras itu Ganjar sepertinya sedang diasingkan dan dikunci PDIP.

Baca selengkapnya di sini

4. Survei Puspoll: PDIP Partai yang Paling Bersih dari Kasus Korupsi

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mendapatkan elektabilitas parpol tertinggi dalam survei yang dilakukan lembaga survei Puspoll Indonesia periode 20-29 April 2021. Bahkan, PDI Perjuangan juga menjadi partai yang paling bersih dari kasus korupsi.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja mengatakan tingkat elektabilitas partai politik tertinggi adalah PDI Perjuangan dengan 22,3 persen. Kemudian, posisi kedua diisi Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 13,4 persen. Selanjutnya, PKB dengan tingkat elektabilitas 9,2 persen dan Partai Golkar sebesar 8,4 persen.

Selain itu, PKS sebesar 7,4 persen; Partai Demokrat sebanyak 5,3 persen; Partai Nasdem sekitar 4,3 persen; PPP sebesar 2,8 persen; PAN hanya 1,8 persen; dan partai lainnya masih dibawah 1 persen. "Sementara 23,4 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab," kata Muslimin saat diskusi online pada Minggu, 23 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini

5. Poros Islam, PPP: Bisa Saja Anies-Emil, Prabowo-Puan dan Muhaimin-AHY

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dony Ahmad Munir mengatakan, masyarakat saat ini disuguhi asupan gizi demokrasi yang cukup bagus untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden pada pemilihan Presiden 2024. Diharapkan ke depan tidak lagi dua pasangan calon saja.

"Sekarang asupan gizinya cukup pantas juga baik menjadi kontestasi dipilih rakyat secara objektif, muncul tokoh-tokoh alternatif dan variatif untuk capres 2024. Jadi, asupan gizi harus dipertahankan yang akan mempercantik demokrasi di Indonesia," kata Dony saat diskusi online bersama Puspoll Indonesia pada Minggu, 23 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel